Harimanado.com-Antrian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang terjadi lagi di Sulut, disinggung oleh wakil rakyat dalam pembahasan, Selasa (16/11).
Anggota DPRD Sulut, Cindy Wurangian menyesalkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) dalam hal ini Biro Perekonomian yang slow respon untuk menanggapi persoalan antrian solar yang terjadi.
“Kepala Biro Perekonomian tidak ada respon. Saya bertanya pada Pak Asisten dimana rumahnya. Karena mau kirim bunga, jangan-jangan sudah almarhum,” sindir Wurangian di hadapan Sekretaris Provinsi.
“Nanti setelah disampaikan Pak Asisten baru dijawab WA saya dari pekan lalu,” sambung Sekretaris Fraksi Golkar ini.
Sebenarnya, lanjut Cindy, masyarakat menunggu kelangsungan langkah apa yang sudah diambil Pemprov dalam mengatasi antrian solar cukup panjang di SPBU.
“Hal seperti ini yang perlu diinformasikan pada Sekprov. Kami minta informasi, bukan minta uang. Padahal ini untuk memberikan informasi ke masyarakat, jikalau ada langkah yang diambil gubernur setelah RDP,” sesalnya.
Menurutnya, masyarakat perlu tahu. Sebab, jika tak diinformasikan, masyarakat akan menganggap DPRD hanya tidur.
“Mereka tidak mau tahu kita rapat dari pagi sampai pagi lagi. Pada kenyataan antrian di SPBU makin panjang. Setelah RDP waktu lalu, ada dua minggu jeda. Tapi setelah itu jadi seperti sebelumnya (antrian),” tandasnya.
Menanggapi itu, Sekprov Gamy Kawatu mengatakan bahwa Gubernur Sudah koordinasikan dengan Hiswana Migas pada Jumat pekan lalu.
“Sudah ada surat resmi gubernur pada pertamina untuk meminta 14 SPBU yang memiliki izin solar, kuotanya ditambah. Kita berharap respon dari pertamina sudah ada.
Kita akan berkoordinasi dengan Biro Ekonomi dan Dinas ESDM. Semoga respon dari pusat sudah kita dapatkan,” tutupnya. (An1)















