BP2MI Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri di Manado, Felly Runtuwene : Siapkan Mental dan Fisik

SERIUS : Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene saat memberikan penyampaikan sosialisasi pekerja luar negeri.

MANADO–Lapangan pekerjaan masih menjadi problem utama bangsa Indonesia, khususnya di Provinsi Sulawesi Utara. Untuk itu melalui Badan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat.

Salah satunya yang dilakukan di Kota Manado, Sabtu (26/9). Bertempat disalah satu warung kopi di kawasan Boulevard II, BP2MI bersama Komisi IX DPR RI selaku mitra kerja menggelar sosialisasi bertemakan “Peluang Kerja Luar Negeri dan Imigrasi Aman” yang dihadiri puluhan kaum muda Kota Manado.

Bacaan Lainnya

Deputi Bidang Penempatan Asia Afrika BP2MI Hendro Cahyono mengatakan, pihaknya membuka peluang selebar-lebarnya kepada masyarakat Sulawesi Utara untuk bekerja di luar negeri. Kata dia, menurut penelitian salah satu lembaga saat ini warga negara Indonesia yang bekerja sebagai migran di luar negeri sebanyak 8 sampai 9 juta orang. Angka itu tentunya bukan sedikit. Dibandingkan dengan negara-negara pengirim pekerja migran lainnya.

“Sulut sendiri cukup banyak saudara kita yang bekerja di luar negeri. Ada yang di Taiwan, Amerika Serikat, Hongkong, Jepang maupun Korea. Mereka pada umumnya bekerja sebagai pelaut, pabrik industri, perawat, tenaga sales dan pekerja dibidang perhotelan. Ada kurang lebih 400 pekerja asal Sulut yang bekerja diluar negeri saat ini,”kata Cahyono.

Menurutny, peluang sangat terbuka. Seperti ke Korea Selatan. Setiap tahun negara ini membutuhkan sekitar 700 pekerja dari Indonesia. Namun, paling banyak selama ini yang berangkat mereka berasal dari pulau Jawa, Sumatera dan sebagian Kalimantan, Sulut sendiri masih kurang. Kata dia, padahal syarat dan prosedur yang ditentukan tidak begitu berat. Yang penting menguasai bahasa, memiliki ijazah sekurang-kurangnya ijazah SMP.

“Gajinya seperti di Korea Selatan itu gaji pokok sampai angka 20-30 juta belum ditambah bonus. Mereka biasanya ditempatkan bekerja di tempat budi daya ikan, di rumah sakit dan panti lansia. Dan perlu diketahui BP2MI menyiapkan balai pelatihan gratis, mulai dari bahasa, keterampilan, bahkan kita beri tunjangan harian dan uang saku. Awalnya dikirim percobaan 6 bulan ke Korea dan Jepang, jika memenuhi standar akan dikontrak sampai 4 tahun,”terangnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene mengatakan, pihaknya akan meminta data ke BP2MI Manado berapa banyak PMI Sulut. yang bekerja diluar negeri. Karena kata dia, saat ini syaratnya sangat ketat dan harus dipenuhi. Hal itu untuk menekan para pekerja yang pergi secara ilegal diam-diam dengan diatur oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Dan kasus-kasus PMI ilegal seperti itu tidak bisa dipungkiri. Mereka bisa lolos, padahal pemerintah telah mengatur aturan yang begitu ketat.

“Para pekerja migra yang pergi secara ilegal tentunya data mereka tidak ada di pemerintah. Tapi namanya anak bangsa pemerintah tetap harus bertanggungjawab. Pemerintah betul-betul memerangi yang kita ketahui mafia-mafia pekerja migran. Dan Ini harus bekerja bersama-sama untuk diberantas. Tak hanya itu, ada perusahaan pekerja migran yang nakal pekerja belum siap mereka sudah memaksakan untuk diberangkatkan. Mereka ini yang bermasalah,”beber legislatif dapil Sulut itu.

Lanjut FER, seperti di Singapore dan Hongkong, mulai dari gaji mereka besar dan mereka betul-betul siap. Ia menegaskan, yang tidak bisa menjadi PMI mereka-mereka yang diluar negeri ditugaskan oleh negara. Jangan ada yang nyambi bekerja di KBRI atau di lembaga negara lainnya lalu kemudian menambah pekerjaan sebagai pekerja migran.

“Hak dan kewajiban sebagai PMI jika mengikuti prosedur yang ada. Ingin merubah kehidupan kita, siapkan mental fisik, benar-benar fit dalam waktu dekat semoga akan dibuka kembali yang diberangkatkan. Sekarang ini untuk memberangkatan PMI di tengah pandemi sangat sulit. Negara kita sudah di black list, ada 60 negara belum bisa menerima. Menurut kami pandemi ini sudah meruntuhkan banyak sektor,”ujar FER selaku pimpinan Komisi mitra kerja BP2MI.

Diketahui acara tersebut juga turut dihadiri Walikota Manado Vikcy Lumentut, Ketua TP PKK Manado Julyeta Paulina Runtuwene dan Kepala UPTD BP2MI Manado Hard marentek.(fjr)

Pos terkait