Harimanado.com-Video viral terkait pelantikan kepala sekolah di Minahasa Utara (Minut), mengundang reaksi publik.
Pasalnya, saat pelantikan, nama salah satu guru dibacakan untuk menjabat sebagai kepala SD Negeri Kecil Warukapas, Kecamatan Dimembe. Namun, setelah dicek ternyata sekolah tersebut tidak ada.
Menurut Aktivis Minahasa Utara William Luntungan, Bupati dan Wakil Bupati Minut JGKWL harus benar-benar memberikan ketegasan terhadap perangkat daerah.
Sebab, kata dia, jangan sampai kefatalan yang dibuat oleh OPD, kemudian publik mengarahkan kritikannya kepada kepala daerah. Padahal keteledoran ada di OPD bersangkutan.
“Masalahnya ini pertanggungjawabannya ada di Baperjakat dan OPD terkait. Urusan teknis secara keseluruhan ada pada mereka.
Sesuatu yang mustahil kepala daerah harus memeriksa satu persatu daftar dan data baik jabatan atau pejabat yang akan dilantik,” terangnya.
Sehingga, lanjutnya, secara objektif dirinya memandang pangkal kesalahannya ada di jajaran yang bisa dikata tidak mampu mensinergikan visi misi bupati yang menjunjung tinggi reformasi birokrasi.
Dirinya juga meminta kinerja Baperjakat turut dievaluasi dan mengecam keras OPD yang terkesan membuat kekeliruan yang berdampak pada kepala daerah.
“Kalau perlu Bupati dan Wakil Bupati memanggil khusus OPD bersangkutan serta Baperjakat yang tugasnya memeriksa dan mengkaji secara detail terhadap suatu jabatan yang dilakukan pergeseran sebelum pelantikan digelar,” sarannya.
“Dinas Pendidikan dan Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) juga harus bertanggungjawab terhadap masalah ini,” pungkasnya. (fjr)













