CentennialZ Sentil Pemilu 2024, Suara Gen Z Tidak Bisa Dibeli

Harimanado.com JAKARTA— Perkumpulan Generasi Z CentenialZ menggelar Festival Gen Z 2023. Acara ini dihadiri tokoh-tokoh bangsa, pengusaha dan inspirator muda seperti Menteri Perdagangan RI 2020-2022 Muhammad Lutfi, Menteri Investasi RI Bahlil Lahadalia, Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo, Dirjen Imigrasi Silmy Karim, Politisi serta Ketua Umum PSSI 2019-2023 Iwan Bule, Komisaris Independen BSI Arief Rosyid Hasan, Chairman ASEAN Young Entrepreneurship Association Bagas Adhadirga, Politisi Muda Rahayu Saraswati, Tsamara Amany, Najmi Mumtaza, Manik Marganamahendra, dan masih banyak lagi.

Chairman CentennialZ Dinno Ardiansyah menyampaikan bahwa digelarnya acara ini merupakan momentum kebangkitan Generasi Z untuk naik kelas. “Berawal dari komunitas, saat ini CentennialZ sudah menjadi perkumpulan dan selanjutnya kita bergerak untuk menjadikan CentennialZ sebagai sebuah yayasan yang berfokus pada media dan wirausaha, untuk bersama-sama kita naik kelas,” ucap Dinno.

Bacaan Lainnya

Dinno menyebutkan qda tiga fokus isu yang menjadi tantangan Generasi Z saat ini. Ketiga isu ini menyangkut biaya hidup yang tinggi, akses penunjang karir yang terbatas, serta permasalahan tentang kesenjangan atau kemiskinan.

“Walaupun ada berbagai isu lain, tapi tiga poin ini yang paling dekat dengan Gen Z,” tambah Dinno.

Selain soal pemberdayaan Generasi Z, dalam rangkaian acara Festival Gen Z, Dinno juga menyinggung soal Pemilu yang sudah di depan mata. “Suara Gen Z tidak bisa dibeli. Oleh sebab itu, siapapun kontestan Pemilu nanti, harus menggunakan pendekatan politik rasional,” ujar Dinno.

Menteri Perdagangan RI 2020-2022 Muhammad Lutfi ikut menegaskan bahwa tantangan dan PR bangsa Indonesia saat ini meningkatkan tiga kali lipat PDB perkapita menjadi 12.500 sebelum bonus demografi habis.
Satu-satunya cara untuk menjawab persoalan ekonomi kedepan adalah jangan sampai menjual suara pada loket yang salah di Pemilu 2024 mendatang.

“Bonus demografi negara kita akan habis tahun 2038 sampai 2040. Apa yang harus kita kerjakan? Hanya ada satu, yang Dinno bilang tadi, jangan jual suara,” pungkas Lutfi.

Dalam kesempatan ini, Komisaris Independen BSI Arief Rosyid Hasan juga menyampaikan pesan senada untuk ribuan Generasi Z yang hadir. Mengutip almarhum sang kakek, K.H. Ali Yafie, Arief menyampaikan anak muda itu harus tau diri, tau membawa diri.

“Almarhum kakek K.H. Ali Yafie berpesan bahwa anak muda itu harus tahu diri, tahu membawa diri, dan tahu menempatkan diri. Misalnya yang Dinno bilang bahwa Generasi Z tidak boleh dibeli, teman-teman harus tahu posisi dan bagaimana memaksimalkan apa yang teman-teman miliki. Ditambah lagi kata Bang Lutfi bahwa Suara Generasi Z tidak boleh dijual ke loket yang salah,” ucap Arief Rosyid Hasan yang juga merupakan Tim Pokja Pelayanan Kepemudaan Nasional..(*)

 

 

Pos terkait