Sas Sus Ayub Ditekan Tolak Pinangan PDIP, Pendukung A2 Marah

Ayub Albugis dan Tokoh KKSS Hi Udin di Jakarta kemarin (foto:WAG)

Harimanado.com– Prahara di tubuh Partai Amanat Nasional (PAN) Sulut dan Manado belum reda.

Dua friksi PAN di Sulut yang pernah dikabarkan terbelah, makin sulit menyatu.

Bacaan Lainnya

Harap maklum. Friksi ini makin tajam. Karena dua bulan lagi penetapan pasangan calon gubernur dan Wali kota (Pilwako) Manado 2020.

Kubu Hi Ayub Ali Albugis (A2) kelihatan kecewa ada isu pencekalan ke pilkada Manado. Di media sosial, tepatnya di FB. Ada status mengkritik pimpinan PAN Sulut.

“Kepentingan pribadi dan demi politik dinasti. Enak saja suruh orang mundur…” tegas si pemilik status Asdie Alamri.

Para simpatisan sekretaris DPW PAN Sulut kecewa mendengar A2 didesak undur oleh elit PAN di Manado. Mereka makin marah, karena melibatkan SSL.

“Pekan lalu, ada yang menelpone Ami Sehan malam malam. Bertepatan pembicaraan sempat didengar. Isinya soal hi Ayub sudah pasang baliho,”kata sumber yang dekat dengan Ami Sehan akhir pekan lalu.

Permintaan itu sepertinya diaminkan. Ketua PAN Sulut diduga mengontak A2. Garis besar pembicaraan untuk bantu PAN di Manado.

Kecemasan kader di Manado berlasan. A2 salah satu incaran PDIP yang paling berpeluang menduduki kursi papan 2.

Ayub sendiri beberapa waktu lalu mendapat undangan PDIP untuk mendaftar sebagai calon Wakil Wali kota.

“Permintaan itu didasari lantaran SK PAN telah diserahkan ke Mor-HJP. Kekhawatiran anggota dan kader akan terjadi perpecahan di internal dan simpatisan Partai yang menjadi pertimbangan,”tutur sumber.

Sekretaris DPW PAN Sulut Ayub Albugis (A2) mengaku tidak ada kamus harus mundur. Atau diminta mundur, seperti isu yang beredar.

“Itu tidak. Tak ada yang mundur,” tegasnya.

Dia tak mau mengusik PAN.

PAN secara dokumen dan kelengkapan pilkada dalam bentuk SK diberikan ke Mor-HJP. “Karena SK DPP, maka secara kelembagaan dan organisasi, PAN harus mengawalnya. Tapi tak menutup kemungkinan saya dipinang partai lain. Karena saya dari awal sudah ikut pencalonan. Ini saya luruskan,” jelasnya.

Akan tetapi, lanjut Anggota DPRD Sulut ini, dalam pencalonannya, tak boleh membawa nama PAN.

Tapi bawa pribadi Jadi normatif sudah. Tak masalah.

Ditambahkannya, sekarang ini dirinya lagi komunikasi dengan partai lain.

“Minimal kalau saya menerima pinangan, harus berpikir panjang dan kalkulasi. Sebab saya harus tinggalkan kursi di DPRD,” tuturnya.(hm)

Pos terkait