harimanado,com TUTUYAN — Biadab!. Kata ini patut disandangkan kepada oknum perampok pasokan masker dan walker milik Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Pasalnya, motif perampokan tersebut terendus untuk dikomersilkan, bahkan bisa jadi juga akan dipergunakan untuk kepentingan politik menarik simpati pemilih.
Hal ini dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Kesehatan Siti Aisya Buntuan, saat ditemui Harian Radar Manado di tempat, Rabu (18/3) kemarin. Menurutnya, ada sekira 5 karton masker yang disimpan di gudang, dan bahkan kejadian baru diketahui dua minggu lalu.
“Kami sudah laporkan kepada pihak kepolisian untuk ditindak lanjuti. Untuk itu, saat ini masih menunggu tindak kelanjutan oleh pihak kepolisian setempat. Tentunya saat kami belum bisa apa-apas. Sebab, masih dalam tahap pemeriksaan,” terangnya dengan nada kesal.
Lanjutnya, pihaknya mengetahui barang sudah hilang, nanti pada saat opname baru diketahui. Sedangkan masker ini untuk bahan persediaan sebagai pelayanan.
“Makser ini untuk persediaan di Puskesmas. Adanya virus corona (Covid-19) masker sebagian harus disimpan. Ini mengingat nanti ada pengadaan atau stok mediasur habis. Sementara tidak ada simpan. Tapi masker tersebut telah hilang,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Eko Marsidi menegaskan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan.
“Ini sudah keterlaluan. Makanya harus diusut tuntas,” ucap Marsidi. (jux/but)















