Harimanado.com MELONGUANE–Masih banyaknya desa-desa di Kabupaten Kepulauan Talaud yang dalam perencanaan, khususnya terkendala belum menemukan frame yang selaras dengan harapan warga desa; membuat Bapelitbang dibawa komando Kaban Yohanis Kamagi bergerak cepat.
Yakni dengan meluncurkan. aplikasi Evokasi Efektif Laksanakan Manajemen Perencanaan Terpadu Aspiratif Partisipatif (E2L MANTAP).
Dibeberkan Kamagi, masih banyak desa yang belum memiliki sistem informasi desa yang baik. Hal ini menyebabkan perencanaan desa tidak didasarkan pada data dan fakta-fakta. Terutama terkait kerawanan desa yang memotret kondisi sosial ekonomi desa. Sehingga sasaran yang dituju menjadi bias dan tidak terintegrasi dengan program pemerintah.
“Sistem aplikasi E2L MANTAP berbasis web, diharapkan dapat membawa angin segar. Yakni keterpaduan dan keselarasan perencanaan yang datang dari bawah maupun yang berangkat dari kebijakan pemerintah daerah, provinsi dan pusat,” bebernya.
Lanjutnya, aplikasi yang merupakan Proyek perubahan ini, akan diseminarkan pada Pendidikan Kepemimpinan Tingkat II angkatan VIII 2020. “Kiranya dapat menjawab sistem perencanaan desa terintegrasi pada era 4.0 sekarang ini,” tutup Kamagi.
Sebelumnya, Kamagi mengatakan, E2L MANTAP merupakan aplikasi Perencanaan Desa Terintegrasi. Dimana, aplikasi ini sesuai salah satu visi Bupati dan Wabup Talaud untuk mendorong kemampuan SDM dalam penguasaan IT pada era 4.0.
“Juga dalam konteks motto BERKAT, yang didalamnya memuat misi Bersih. Yakni keterbukaan dan transparansi dalam segala aspek. Terutama di bidang perencanaan dan penganggaran keuangan daerah. Dan ini dimulai dari desa,” katanya.
Menurutnya, tujuan aplikasi yang berbasis web ini, untuk menyinkronkan perencanaan desa, kabupaten, provinsi dan nasional secara terintegrasi.
“Dan tiap-tiap desa, diberikan user dan id. Ini dipegang operator desa yang akan dilantik,” tuturnya sembari mengatakan, Desa Kiama merupakan pilot projek penggunaan aplikasi tersebut.
Lanjut Kamagi, akan ada pelatihan bagi operator desa yang diutus masing-masing desa pada November nanti.
“Kemudian, diharapkan, operator desa harus sejalan dengan kebijakan Bupati dan Wabup Talaud. Yakni meningkatkan kompetensi di bidang IT.
“Operator desa didorong agar melanjutkan studi bagi yang belum sarjana, pada STIK Talaud. Sehingga kedepan, baik desa, memiliki SDM yang menguasai kemampuan IT,” harapnya.
Ditambahkan, disadari, salah satu kendala utama, adalah akses internet yang belum memadai di sebagian besar daerah di Talaud.
“Sehingga Bapelitbang berencana menyiapkan ruang dan sejumlah fasilitas perangkat komputer bagi desa-desa yang belum memiliki jaringan internet untuk meng-input dan meng-upload usulan-usulan tersebut di Kantor Bapelitbang,” tutup Kamagi.(Ian)











