GP Ansor Sulut Desak Polda Turun Tangan Usut Penganiayaan Sehan Landjar

MANADO–Sikap tegas ditunjukkan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Utara (Sulut) terhadap insiden penganiayaan yang dialami mantan Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Landjar. Organisasi yang merupakan sayap Nahdlatul Ulama (NU) ini mengutuk keras tindakan tak terpuji yang dialami salah satu dewan pembina GP Ansor Sulut itu. Bahkan, GP Ansor meminta pihak Polda Sulut mengamil alih kasus tersebut dan mengusut sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Ketua GP Ansor Sulut, Yusra Alhabsy, menyebutkan selain sebagai mantan kepala daerah, Sehan adalah orang tua, tokoh masyarakat Bolaang Mongondow Raya (BMR), dan juga panutan yang seharusnya mendapatkan perlakuan yang baik dan bukan dianiaya seperti yang dialaminya saat ini.

Bacaan Lainnya

“Eyang (sapaan akrab Sehan), tidak layak diperlakukan seperti itu. Beliau orang tua kami. Untuk itu, kami mendesak Polda Sulut untuk menseriusi kasus ini,” kata Yusra, Kamis (30/12).

“Dan kami GP Ansor Sulut mengecam tindakan keji ini. Terlepas dari latar belakang masalah apapun yang ada, tidak layak seseorang itu dianiaya. Terus terang kami sangat kecewa,”tambah Anggota DPRD Sulut itu.

Mantan Anggota DPRD Bolmong 2 periode itu mengatakan, GP Ansor Sulut akan mengawal kasus ini hingga selesai. Menurutnya, jangan sampai kejadian ini dibiarkan. Dikatakannya, dia juga menyayangkan narasi yang diciptakan tentang hal-hal yang mendasari terjadinya penganiayaan tersebut.

“GP Ansor akan tetap mengawal hal ini,” kata Yusra kembali.

Sebelumnya, Eks Bupati Boltim dua periode, Sehan Salim Landjar, disekap dan dianiaya di Kota Kotamobagu, Rabu (29/12) kemarin. Akibatnya, Sehan mengalami luka serius di bagian hidung, akibat perbuatan pelaku yang diketahui berinisial AJ alias Ali.

Eyang kemudian diserang dan digigit di bagian hidung oleh pelaku AJ alias Ali. Menurut informasi, ujung hidung Eyang putus akibat gigitan tersebut. Eyang sendiri langsung melarikan diri dan menuju ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan pertama.(fjr)

Pos terkait