Jokowi Sambut SBY di Istana, Isunya Jatah Menteri untuk Demokrat

JAKARTA- Signal politik dikirim Presiden Joko Widodo atau Jokowi ke Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Isarat yang dikirim Jokowi adalah pertemuan berdua  Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (2/9/2023) sore.

Bacaan Lainnya

Saat bersamaan ada wacana reshuffle atau perombakan kabinet. Usai dua menteri Jokowi yang tersandung kasus hukum.  Terakhir dinas Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo alias SYL di Jakarta Selatan terkait kasus dugaan korupsi di Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo juga tersandung kasus hukum. Dito disebut-sebut menerima aliran uang Rp27 miliar terkait kasus korupsi BTS Kominfo

Pengamat Politik, Usep S Akhyar tak memungkiri ada peluang reshuffle kabinet di akhir periode pemerintahan Presiden Jokowi. Namun perombakan kabinet tersebut bukan serta merta karena ada pertemuan antara Jokowi dan SBY di Istana Bogor kemarin. Apalagi belum jelas apa yang dibahas dalam pertemuan itu.

Hingga saat ini, baik dari pihak Jokowi maupun Partai Demokrat belum mengungkap secara jelas apa materi yang dibahas dalam pertemuan dua tokoh politik tersebut. “Cuman itu memperlihatkan hubungan Pak SBY dengan Pak Jokowi saya kira baik. Apalagi Pak SBY sekarang mendekat ke Prabowo. Saya kira kesannya begitu,” kata Usep.

Menurut dia, belum cukup alasan mengikutsertakan Demokrat dalam reshuffle kali ini. Sebab Jokowi juga akan berhadapan dengan partai koalisi pemerintahan, sementara Demokrat tidak ada di dalamnya.

“Itu pasti jadi permasalahan tersendiri. Dan Pak Jokowi di akhir masa jabatan saya kira bikin soft landing dan koalisi pemerintahan tetap terjaga. Nah kecuali kalau ada argumen-argumen yang menunjukkan bahwa sangat mendesak memasukkan Demokrat di pemerintahan,” katanya.

“Saya kira lebih aman untuk tidak (memasukkan Demokrat ke kabinet), karena ini akhir jabatan yang tidak terlalu banyak waktu untuk konsolidasi lagi. Ini waktunya menyelesaikan PR PR dari Pak Jokowi dan kabinet,” kata Usep menambahkan.(lip6)

 

 

Pos terkait