Harimanado.MANADO- Klinik Madani Maasing, ikut diseret isu pasien Corona, Hi B, warga Kelurahan Bailang pasar bobo, Kecamatan Bunaken.
Manajemen Klinik Madani mengakui Hi B pernah berobat sekira 4 Maret pukul 22.00 wita.
”Memang benar pasien bapak B datang berobat. Dia pasien BPJS di klinik Madani, datang sekitar jam 22 lewat,”kata manager Klinik Madani dr Suyanto Yusuf tadi malam.

Pasien mengeluh lemah badan dan pusing,karena ada riwayat DM dan luka di kaki. Pasien langsung masuk dalam ruangan tindakan dan sendirian.
Dokter telah periksa dan diberikan obat. Sambil menunggu mobil jemputan pasien masih berada dalam ruangan.
“Staf admin dan perawat semua pake masker dan hanscoon,”katanya.
Para staf sudah melakukan pemeriksaan laboratorium di Dinkes sulut. Setiap hari memantau perkembangan tim medis klinik, sampai tadi siang jam 12.00 masih dalam keadaan sehat wal Afiyat.
Dan mereka dirumahkan dan diberikan edukasi, sampai menuggu hasil lab.
Di klinik sejak Sabtu pagi sudah melakukan penyemprotan disinfektan 3xsehari. Dan menyediakan kran cuci tangan pakai sabun di depan klinik saat masuk dan keluar klinik.
Pemakaian APD (Alat Pelindung Diri) masker dan hanscoon bagi tim klinik sejak Januari diwajibkan.
Sekarang disarankan untuk menggunakan pakaian lengan panjang. Jumlah pasien yang masuk dalam ruangan tunggu dibatasi, dan disiapkan kursi tunggu diluar ruangan, pasien yang lagi batuk disiapkan tempat diluar ruangan sebelum diperiksa.
Mulai besok klinik membuka pagi dan malam, Karena siangnya dilakukan pemyemprotan.
Di rumah orang dalam pemantauan (ODP) petugas klinik yang kontak sudah dilakukan penyemprotan disinfektan.
”Dan untuk menepis hoax dan hasutan oknum politisi yang antipati kepada saya, Alhamdulillah saya sudah tidak praktek sejak di dewan dan istri saya juga jarang bahkan tidak praktek. Kami lebih cenderung sebagai manejer.(*)















