Harimanado.com-Saat rapat dengar pendapat dengan Dinas Kebudayaan Daerah Sulawesi Utara, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulut Careig Naichel Runtu (CNR) menyorot serapan anggaran sejumlah program yang masih di bawah 50 persen.
Padahal sudah berada di bulan ke 11.
Salah satu yang disorot politikus Partai Golkar ini adalah terkait bantuan hibah pemerintah daerah. Yang ternyata baru menyentuh 22,2 persen.
“Jangan ditahan lama-lama bantuan hibah ini. Masakan dari 1 miliar lebih dan baru terealisasi 22,2 persen,” sorotnya.
Menurut CNR, sapaan akrab legislator dapil Minahasa/Tomohon ini, dana hibah atau bantuan kepada masyarakat ini paling banyak menyasar rumah ibadah, juga sanggar-sanggar.
“Harus segera direalisasikan. Karena ini adalah program kepala daerah dan wakil kepala daerah yang diimplementasikan melalui Dinas Kebudayaan dan harus terealisasi,” tegasnya.
Bantuan hibah, lanjutnya, bisa berupa uang dan barang. Ini sudah ada di peraturan perundang-undangan.
“Tinggal bagaimana berkonsultasi dengan dinas terkait yakni Badan Keuangan. Karena jika belum direalisasikan, akan berdampak pada kepala dan wakil kepala daerah yang sudah berjanji menyerahkan bantuan ini dan itu, tapi ternyata tidak ditunjang oleh SKPD,” sambungnya.
Hal ini akan memberi kesan yang tidak baik. Padahal kata CNR, Dinas Kebudayaan sangat sentral. Apalagi di Sulut, budaya masih sangat kental.
“Karena itu kita berharap Dinas Kebudayaan menyelesaikan tugas dan amanat dengan baik. Kita saling melengkapi dan menyempurnakan. Dinas Kebudayaan mengimplementasikan apa yang sudah diprogramkan, kami DPRD, melaksanakan fungsi pengawasan,” kuncinya. (An1)















