BITUNG– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI memberi perlakuan khusus kepada Pemkot Bitung di Kota Cakalang Rabu(26/7/2023).
Saking rahasianya pertemuan, KPK minta pertemuan dengan Pemkot Bitung berlangsung tertutup.
Informasi yang dihimpun kedatangan mereka di ruang Merdeka tertutup dan tidak bisa diliput media.
Sumber menyebutkan kedatangan mereka menghadirkan beberapa dinas diantaranya PUPR, Kesehatan,Pendidikan,Sosial, Badan Pengelola Keuangan ,Inspektorat dan setda.
” Iya hanya beberapa.dinas itu yang dilibatkan kemungkinan KPK minta penjelasan soal penggunaan anggaran d dinas terkait tersebut,” jelas sumber yang minta identitasnya tak dipublikasikan.
Sementara itu Sekot Bitung Rudy Theno ST MT yang dikonfirmasi mengungkapkan kedatangan KPK dalam rangka
evaluasi kegiatan kegiatan strategis, bimbingan dan arahan pencegahan korupsi. Disentil soal adanya dugaan korupsi Theno menegaskan tidak ada korupsi.” Kedatangan mereka dalam rangka
Korsupgah MCP KPK. Tidak ada hal lainnya,” tandas Rudi.
Ketua Aliansi Masyarakat Anti Korupsi dr Sunny Rumawung bertanya kunjungan KPK bukan sekadar kegiatan koordinasi dengan Pemkot Bitung.
Karena tidak melibatkan semua unsur OPD atau SKPD di lingkungan Pemkot Bitung tapi hanya melibatkan OPD tertentu seperti Setda, Inspektorat, Sosial, Kesehatan, Pendidikan, PUPR, Bapelitbang, BPKAD dan PBJ.Pun demikian kenapa juga harus ada permintaan dokumen terkait proyek,nama pemenang dan alamat kontraktor,serta apakah proyek sudah selesai tapi belum digunakan dan apakah proyek tersebut mangkrak atau tidak.Semoga saja data yang diminta tersebut diberikan secara penuh oleh Pemkot Bitung .”AMAK berharap KPK dapat menelaah ataupun memeriksa dengan teliti data tersebut dan jika ditemukan adanya unsur dugaan korupsi maka AMAK Minta KPK segera menindaklanjut hingga tuntas.(*)















