Mahasiswa Turun ke Jalan, Tantang Prabowo Aminkan 13 Tuntutan

Harimanado.com,JAKARTA- Ratusan mahasiswa dan koalisi masyarakat sipil menggelar aksi demonstrasi bertajuk “Indonesia Gelap” di Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Senin (17/2/2025).  

Menurut akun media sosial BEM Seluruh Indonesia, @bemsi.official, demo dilakukan serentak di berbagai daerah Indonesia mulai Senin (17/02) 

Bacaan Lainnya

Tajuk aksi demo tersebut memakai tagar #IndonesiaGelap yang menjadi trending topic di media sosial X/Twitter sejak awal Februari 2025.  

Hingga berita ini ditulis, tagar #IndonesiaGelap telah dipakai dalam setidaknya 743.000 unggahan oleh warganet.  

Tagar #IndonesiaGelap berawal dari slogan yang digunakan warganet saat menyoroti kebijakan pemerintahan sekarang yang dinilai bermasalah. “Aksi sampai gelap, soalnya Indonesia udah gelap dari segala aspek gara2 orang rakus yg berkuasa,” tulis warganet lewat akun X/Twitter, @eno****a_, Senin.  

Dilansir dari Kompas.id, Senin, tagar #IndonesiaGelap muncul sejak awal Februari 2025 saat banyak kebijakan pemerintah menuai kontroversi.  

Misalnya, aturan penjualan elpiji 3 kg yang berdampak kelangkaan gas, efisiensi anggaran yang menimbulkan pemutusan hubungan kerja (PHK), serta penghapusan tunjangan dosen dan tenaga pendidik.  

Istilah Indonesia Gelap semakin meluas seiring diadakan aksi demo oleh para mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia pada Senin, 17 Februari 2025.  

Aksi itu digelar serentak di masing-masing kantor pemerintahan berbagai daerah, seperti Jakarta, Bandung, Lampung, Surabaya, Malang, Samarinda, Banjarmasin, Aceh, dan Bali. Tajuk Indonesia Gelap dapat dimaknai sebagai ketakutan dan kekhawatiran warga terhadap nasib depan bangsa dan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan pemerintahan sekarang dinilai tidak mendukung kepentingan rakyat. Karena itu, aksi demo Indonesia Gelap digelar sebagai pengingat bagi pemerintah saat merumuskan kebijakan. Pemerintah diminta melihat semua aspek dalam menjalankan pemerintahan di Indonesia agar berpihak kepada rakyat.  

Massa aksi mendesak13 tuntutan. Beberapa di antaranya : Ciptakan pendidikan gratis, ilmiah dan demokratis, serta batalkan pemangkasan anggaran pendidikan Cabut Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tidak berpihak dan merampak hak rakyat. Hapuskan multifungsi ABRI dalam sektor sipil yang berpotensi menciptakan represi dan menghambat kehidupan demokratis. Realisasikan anggaran tunjangan kinerja dosen. Kesejahteraan akademisi harus diperhatikan demi peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan melindungi hak-hak buruh kampus. 

Jendral Lapangan Aksi Indonesia Gelap, Bagas Wisnu menyebut, unjuk rasa dilakukan untuk mengawal pemerintahan saat ini. “Aksi ini merupakan panggilan kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal jalannya pemerintahan demi terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat di Indonesia,” katanya.(kompas)

 

Pos terkait