Harimanado.com, SURABAYA- Sebuah Ide baru dicetuskan Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama (NU) KH Yahya Staquf.
Gus Yahya mengatakan NU sedang menggagas sebuah Fiqh Peradaban. Yang akan disampaikan di acara puncak Seabad NU di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (6/2).
Pernyataan ini disampaikan Gus Yahya saat tampil di Podcast Dahlan Iskan di Harian Disway, pekan lalu.
Saat diwawancarai Dahlan, kenapa disebut Fiqh Peradaban? Karena bisa sensitive pakai istilah fiqh.
Mantan juru bicara presiden Abdurrahman Wahid ini menjabarkan makna Fiqh Peradaban.
“Sensitif bagaimana? Ini untuk kesadaran membangun wawasan fiqh. Ini sudah lazim. Sebelumnya sudah ada angkat fiqh perempuan dalam kontek kekinian. Fiqh disabilitas,”kata Gus Yahya.
Menurut kakak Menag Ri ini peradaban ini penting bicara fiqh. Karena generasi Islam sekarang harus temukan fungsi baru agama dengan realitas baru.
“Kita tdak bisa paksakan fungsi masa lalu karena realias berbeda,”katanya.
Fiqh peradaban akan menjadi konstruksi lebih luas. Untuk itu, kata Gus Yahya PB NU akan menggelar Muktamar Internasional Fiqh Peradaban I Senin (6/1)
NU sudah mengundang 130 ulama internasional dari 40 negara. Dan pengamat dari AS dan Eropa. Ada pengamat muslim dan non muslim.
Kita akan jadikan kegiatan tahunan atau dua tabunan. NU yang selenggarakan. Tujuan kita adalah membangun satu Konstruksi peradaban untuk masa depan bisa menjamin konflik antar realitas. Jangan sampai peradaban runtuh.(*)















