Pergi Sholat di Masjidil Haram, JCH Bitung Terjatuh dan Meninggal, KKHI Minta Otopsi

JEDDAH- Cobaan masih mendera jamaah calon haji (JCH) Sulut. Dalam tiga hari berturut turut, JCH asal Sulut dipanggil Allah di kota suci Mekkah.

Kabar duka yang kedua kali menimpa JCH asal Bitung Aqil Ruddy Sahilatua Henday, rombongan kloter 18. JCH berusia 60 tahun meninggal agak jauh dari lokasi Masjidil Harram, pada Selasa malam (20/06) 23 WAZ atau Subuh waktu Indonesia.

Bacaan Lainnya
alm (kanan) bersama Kakanmenag Manado H Rogaya Udin saat di embarkasi Balikpapan

“Kami terima kabar terbaru tadi pagi bahwa almarhum meninggal dunia di RS An Noer Selasa, 20 Juni 2023 malam,”kata Wakil Ketua PPIH Kemenag Sulut Wahyudin Ukoli.

Keterangan dari saksi  diduga alm terjatuh di dalam selokan yang jauh dari lokasi Masjidil Haram. Mereka mengabarkan ke petugas haji asal Sulut, ada JCH dengan identitas paspor dan nomor porsi serta kloter alm.

“Almarhum diduga terjatuh di dalam selokan yang di luar kompleks masjid haram,”kata Ayun.

Kesaksian dari petugas haji, pada  Selasa siang jamaah sholat dzuhur bersama yang lain di mushola hotel.

Usai sholat, saat yang lain kembali ke kamar, alm entah bagaimana keluar hotel menuju Masjidil Haram. Mereka  tidak tahu apakah bersama jamaah yang lain atau hanya sendiri.

Pihak petugas mengaku tidak tahu kalau mantan pekerja kapal luar negeri itu keluar hotel. Ketua kloter 18 juga seperti tidak mengetahui, begitu pun ketua rombongan dan TKHI kalau ayah satu anak akan keluar hotel.

Anehnya, sejak alm tidak kelihatan di hotel sampai tiba saatnya umroh wajib kloter 18 dilaksanakan pukul 16.35, jamaah lain dan ketua rombongan tidak mencari keberadaan alm. Begitu pun dengan ketua kloter 18 tidak tahu di mana alm berada.

Kabar suami dari Asma Ely itu baru diketahui setelah seluruh jamaah kloter 18 kembali dari umroh wajib. Ketua kloter mendapat kabar jamaah tersebut telah meninggal dunia.

“Insyaa Allah akan dilakukan otopsi pada hari Rabu, 21 Juni 2023 yang akan dihadiri dari maktab dan KKHI,”kata Ayun.

Seperti diketahui, alm adalah kerabat dekat Kepala Kemenag Manado Rogaya Udin. Menurut Rogaya, alm sudah kebiasaan lima waktu di masjid. Entah alm lupa kalau setiap jamaah harus melaporkan kemana saja dia akan pergi.

“Sudah kebiasaan almarhum setiap sholat wajib harus di masjid. Kami keluarga ikhlas menerimanya. Semua sudah ketetapan Allah. Dan sepenuhnya kami serahkan ke petugas dan pimpinan rombongan di Mekkah,”katanya.(sal/*)

Pos terkait