RUPS BSG Sengit, Akhirnya OD Pilih Jalan Tengah Pilih Pepah-Silangen

TONDANO– Hasil akhir Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2020 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Bank SulutGo (BSG) diluar dugaan banyak orang.

Nama yang diprediksi calon kuat direktur utama  (dirut) BSG Jeffry Wurangian atau Machmud Turuis terpental di dalam ruang RUPSLB di Hotel Yamma Tondano, Kamis (18/3) malam.

Bacaan Lainnya

Info peserta di dalam ruang, pemegang saham Gorontalo, Minahasa dan Bolmong berlangsung alot.

Para pemegang saham tarik menarik untuk memasukkan calon pengurus  BSG. 

Informasi dari dalam, pemegang saham dari Gorontalo mengusul  dua calon.

Untuk direksi dan komisaris. Usaha Gubernur Rusly Habibie melobi pemegang saham lain kandas.

Para pemegang saham dari Sulut bersikeras harus pilih satu. Upaya Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengaminkan permintaan Gorontalo menemui titik buntu.

“RUPS LB discorsing untuk lobi lobi. Akhirnya malam lanjut dan bisa diputuskan. Gubernur Rusly akhirnya memilih komisaris,”kata salah satu bupati kepada media ini.

RUPS digelar di Yama Resort, Tondano, Kabupaten Minahasa, Rabu (18/03) kemarin Kebanyakan diikuti kepala daerah baru dan

RUPS PT Bank SulutGo ini dihadiri para pemegang saham PT Mega Corpora.

RUPS dipimpin gubernur Sulut.

ikut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Drs Steven OE Kandouw, Sekretaris Daerah Propinsi Sulawesi Utara Edwin Silangen, Direktur Utama dan Para Direksi Bank SulutGo serta Komisaris Utama dan Para Komisaris Bank SulutGo.

Sementara pemegang saham Bolmong induk Kota Kotamobagu termasuk Bolmong Timur hanya menginginkan satu kuota di komisaris.

Pemegang saham lain menerima tawaran Bupati Bolmong Yasti Mokoagouw.

“Sejak awal Bolmong hanya minta komisaris. Dan namanya Buchari Mokoagouw. Infonya kerabat dekat bu Yasti,”tuturnya.

Bupati Bolmong Selatan Iskandar Kamaru membenarkan pengusulan nama calon begitu sengit.

“Sangat alot memang. Baru disepakati jam 20.00,”katanya.

Sementara itu, pemegang saham memberi target untuk dipenuhi komisaris dan direksi Bank SulutGo periode 2021-2025.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE melalui Wakil Gubernur Drs Steven OE Kandouw mengatakan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewajibkan modal Bank SulutGo berada di angka minimal 3 triliun rupiah pada tahun 2024 nanti.

“Karena itu kita ingin pengurus yang baru harus melebihi capaian komisaris dan direksi sebelumnya,” kata Wagub Kandouw sebagai representasi pemegang saham pengendali Bank SulutGo.

Target tersebut diyakini mampu dicapai, kata Wagub Kandouw, setelah melihat laporan pertanggungjawaban, laporan keuangan, maupun roadmap program yang dipaparkan.

“Ini juga ditunjang penetapan komisaris dan direksi Bank SulutGo yang disetujui para pemegang saham. Intinya, RUPS Tahunan dan RUPS-LB kali ini berlangsung smooth, lancar, kondusif,” kata Wagub Kandouw, sembari berharap, jajaran komisaris dan direksi Bank SulutGo yang baru ini dapat diterima oleh OJK.

Hal sama diutarakan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. Menurutnya, penetapan komisaris dan direksi Bank SulutGo telah sesuai kaidah-kaidah dalam dunia perbankan.

Bahkan, Gubernur Habibie meyakinkan siap menambah penyertaan modal ke Bank SulutGo senilai 10 miliar rupiah.

Sementara itu, Bupati Bolmong Yasti Soepredjo berpesan agar jajaran komisaris dan direksi Bank SulutGo tetap menjaga komunikasi dan tali silaturahmi dengan para pemegang saham.

“Agar pemegang saham bisa memberi kontribusi-kontribusi lewat pemikiran maupun calon-calon nasabah bagi Bank SulutGo,” kata Bupati Yasti, sembari mensyukuri keterwakilan BMR masih terakomodir dalam kepengurusan Bank SulutGo.(har/tra)

Pos terkait