Singapura dan China Rentenir Tertinggi Indonesia, Ini Besaran Utangnya

Jakarta,Harimanado.com- Pantas Indonesia kurang berdaya berhadapan dengan Amerika Serikat China dan Singapura.
Ternyata tiga negara ini menjadi pemberi rentenir tertinggi sejak era Presiden SBY sampai sekarang.

Negeri jiran sebelah Batam Riau masih tercatat sebagai pemberi utang terbesar bagi Indonesia. Disusul Amerika Serikat (AS) dan China. Utang AS kembali meningkat, sedangkan utang dari China justru mencatatkan penurunan.

Bacaan Lainnya

Cash bon dari Singapura hingga Oktober 2025, mencapai US$55,61 miliar. Ada tren penurunan bertahap dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, seiring dengan dinamika pembiayaan lintas negara dan aktivitas investasi berbasis pasar.

Di posisi kedua, Amerika Serikat US$26,78 miliar, sementara China berada di urutan ketiga sebagai negara pemberi utang terbesar dengan nilai US$23,33 miliar.

Hasil rilis Statistik Utang Luar Negeri (SULNI) oleh Bank Indonesia (BI) pada Senin (15/12/2025) menunjukkan pada Oktober 2025, utang luar negeri tercatat sebesar US$423,9 miliar atau kembali mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar US$425,6 miliar.

Bila di konversi ke rupiah, nilai ULN Indonesia hingga Oktober 2025 mencapai Rp7.051 triliun (asumsi kurs Rp16.635/US$1). Secara bulanan, penurunan ULN mencerminkan berkurangnya kewajiban eksternal di tengah dinamika arus modal global yang masih volatil.

Secara struktural, Bank Indonesia menegaskan bahwa utang luar negeri (ULN) Indonesia masih berada dalam kondisi yang sehat. Hal ini tercermin dari rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tercatat sebesar 29,3% pada Oktober 2025, level yang relatif rendah dan masih berada dalam batas aman.

Selain itu, struktur ULN Indonesia juga didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 86,2% dari total ULN, sehingga risiko pembiayaan ulang (refinancing risk) dinilai tetap terkendali di tengah ketidakpastian global.

“Dalam rangka menjaga keberlanjutan struktur ULN tersebut, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan utang luar negeri,” Tulis Bank Indonesia dalam rilis resminya.

Di luar tiga besar tersebut, Jepang mencatatkan posisi utang sebesar US$19,78 miliar, melanjutkan tren penurunan yang konsisten sejak 2010. Level ini menjadi yang terendah setidaknya dalam 15 tahun terakhir.(cnbc)

Pos terkait