SPBU Jangan Lakukan Kesalahan

BEROPERASI: SPBU di Kelurahan Santiago yang baru diresmikan Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana beberapa waktu lalu.

Harimanado.com SANGIHE– Dengan beroperasinya Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) di Kelurahan Santiago Tahuna, maka SPBU di Kabupaten Kepulauan Sangihe menjadi tiga diantaranya, SPBU Tonggeng Hoade, SPBU Towo’e dan SPBU Santiago.
Fuel Terminal Manager Tahuna Rudolf Y Kaurong berharap, dengan ketambahan SPBU Santiago dapat mengurangi antrian di SPBU. Namun demikian, dia pun
mewarning setiap SPBU agar tidak lalai dalam beroperasi.
“Jika kedapatan terjadi kesalahan, maka PT Pertamina Fuel Terminal Tahuna tidak segan-segan akan menskorsing atau menghentikan operasi SPBU selama seminggu,” tegas Kaurong.
Dia menjelaskan, untuk SPBU baru yakni di Santiago sudah bukan lagi Bahan Bakar Khusus (BBK) tetapi sudah Fuel Comersial (FC). Jadi tidak lagi menjual bahan bakar subsidi. Dan dia pun berharap, masyarakat khususnya yang memiliki kendaraan pribadi, bisa memilih bahan bakar ramah lingkungan.
“Kami berharap masyarakat lebih pintar untuk memilih bahan bakar sesuai spesifikasi mobil masing-masing. Terkecuali angkot, wajarlah jika menggunakan premium karena digunakan untuk mencari uang. Tetapi kalau masyarakat yang tergolong mampu kiranya tidak menggunakan premium,” imbaunya.
Dan saat situasi pandemi COVID19 ini, Kaurong mengakui penjualan bahan bakar di Kabupaten Kepulauan Sangihe tidak pernah menurun. Setiap hari stabil bahkan cenderung meningkat untuk komoditas premium. Mengingat permintaan nelayan yang saat ini menggunakan bahan bakar jenis premium.
“Setiap hari kami mendapat kuota untuk jenis premium 40 kilo liter (KL). Jadi untuk dua SPBU yakni Towo dan Tonggeng Hoade masing-masing 20 KL. Kalau untuk minyak tanah ada 30.000 Liter. Dan untuk solar 10 KL jadi SPBU Towo’e dan Tonggeng Hoade mendapat jataj masing-masing 5 KL,” kuncinya.

Pos terkait