Tahun Membangun Kesejahteraan Rakyat

Harimanado.com, Manado — Tahun 2020 ini, masyarakat Sulawesi Utara akan diperhadapkan dengan iven politik lima tahunan, yakni pemilihan umum (Pemilu) serentak. Yang dimana, di Sulut akan berlangsung pemilihan gubernur (Pilgub) dan 7 kabupaten kota yaitu Pilwako di Manado, Bitung dan Tomohon. Sementara Pilbub di Minahasa Utara (Minut), Minahasa Selatan (Minsel), Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dan Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).

Tentunya, momentum tersebut akan menjadi bagian dari kesempatan berharga bagi voters (pemilih) untuk menentukan masa depan daerah masing-masing, dan Sulut umumnya. Momentum ini juga menjadi bagian dari langkah menuju jalan demokrasi bukan jalan oligarki. Untuk itu, dibutuhkan total partisipasi politik publik. Mengutip narasi pemikiran Anas Urbaningrum (Revolusi Sunyi, red) pelaku politik atau aktivis politik harus memiliki keyakinan kuat untuk mewujudkan cita-cita politiknya yaitu membangun kesejahteraan rakyat. Karena menurutnya, secara prinsip keterkaitan antara demokrasi dan kesejahteraan rakyat merupakan kunci utama. Ada hubungan organis dan subtantif di antara keduanya. Demokrasi adalah cara untuk mewujudkan suatu tujuan atau cita-cita. Sementara kesejahteraan rakyat adalah tujuan fundamental kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bacaan Lainnya

Pada tanggal 23 September 2020 nanti adalah hari ‘H’ pencoblosan. Artinya, akan menjadi ‘hari pembalasan’ bagi rakyat kepada politisi maupun partai politik yang lalai terhadap perjuangan kepentingan rakyat. Karena demokrasi memberi ruang akan hal itu. Sebagaimana ditegaskan pengamat politik Burhanudin Muhtadi bahwa demokrasi memiliki dua hukum besi, pertama di dalam demokrasi ada partisipasi publik dan akses informasi yang dibuka lebar, sehingga ada pintu untuk mengontrol dan menekan penyalahgunaan kekuasaan. Kedua, di dalam demokrasi ada Pemilu sebagai prosedur formal untuk menentang dan menendang Parpol atau politikus korup ke luar lapangan.

Sementara itu, diketahui sudah beberapa nama bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang terwacanakan, bahkan sudah ada beberapa yang mendaftarkan diri di parpol yang ada. Demikian halnya juga pilkada kabupaten/kota se Sulut. Untuk Pilgub Sulut, sederet nama besar yang sudah dipastikan akan ambil bagian. Sebut saja, petahana Olly Dondokambey, Vonny A Panambunan (Bupati Minut), GS Vicky Lumentut (Walikota Manado), Elly L Lasut (Bupati Talaud terpilih), Christian Eugenia Paruntu (Bupati Minsel), Stefanus Vreeke Runtu (Mantan Bupati Minahasa) dan lain-lain. Sementara sejumlah nama bakal calon wakil gubernur juga mulai bermunculan, diantaranya ada nama Steven O Kandow (Wakil Gubernur) petahana, Sehan Landjar (Bupati Boltim), Stefanus Vreeke Runtu, Siswa Rahmat Mokodongan (Mantan Sekretaris Provinsi), Tatong Bara (Walikota Kotamobagu) dan Yasti S Mokoagow (Bupati Bolmong), Jimmy F Eman (Walikota Tomohon), Djelantik Mokodompit (Mantan Walikota Kotamobagu) dan Zainudin Damopolii (Mantan Wakil Walikota Kotamobagu) dan lain-lain.

Maka dari itu, masyarakat bumi Nyiur Melambai (Sulut, red) memiliki harapan besar yakni, ke depan Sulut lebih hebat, lebih maju dan warganya lebih sejahtera. Sebab, pkiran masyarakat sederhana. Bagaimana caranya harga kopra bisa naik. Demikian juga harga cengkih, bunga pala dan sebagainya. Nelayan bisa melaut dengan nyaman, dan hasilnya bisa dijual dengan harga memuaskan. Buruh bisa bekerja dengan upah memuaskan, dan sebagainya.

Tentunya, para calon pemimpin harus bisa menjawab segala problem yang terjadi di tengah – tengah masyarakat. Pemimpin hebat itu harus memahami bahasa massa, dan mau bergerak bersama massa untuk mewujudkan cita-cita bersama. Bukankah puncak sebagai seorang politisi ketika mencapai taraf kebermanfaatan untuk rakyat, karena salah satu tugas politisi adalah mengurungi orang banyak agar mencapai suatu tatanan kehidupan sebagaimana yang diharapkan. Selamat Tahun Baru 2020. (*)

Pos terkait