Harimanado.com– Taring Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Manado cukup tajam juga.
Laporan dugaan pelanggaran bakal Calon Wali kota Manado, Julyeta Paulina Amelia Runtuwene (JPAR) mereka tindaki.
Istri wali kota dua periode ini, dipanggil Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Manado, Rabu (12/8) siang.
Dia dilapor memasang baliho dan spanduk bertulis bakal calon wali kota Manado.
Tiga komisioner Bawaslu Manado hadir. Rapat dipimpin Ketua Marwan Kahinda. Koordinator Divisi Pengawasan dan Humas Taufik Bilfaqih dan Heard Runtuwene.
“Agenda tadi masih sebatas klarifikasi tentang baliho yang menuliskan calon wali kota,” kata Marwan.
JPAR datang ditemani tim. Berusaha tampil tenang. Selalu senyum hangat selama di ruang pimpinan Bawaslu Manado.
JPAR mengenakan blues oranye setengah lengan dipadu rok hitam.
Dia mengenakan masker putih. Dengan rambut diikat.
Taufik mencecar JPAR dengan nada tegas. Kata seniman ini, sangat tidak patut rektor Universitas Negeri Manado (Unima) memasang baliho.
Sangat bertentangan dengan status ASN.
Oleh karena itu, Taufik mewarning untuk menarik kembali baliho-baliho atau spanduk tentang pencalonan JPAR yang sudah tersebar di sejumlah titik di Manado.
“Dengan tegas kami telah menyatakan dan meminta agar balihonya ditarik. Karna JPAR masih berstatus ASN,” tegasnya.
Saat klarifikasi JPAR mengelak dia memasang baliho sendiri. Meski bakal calon wali kota Manado, dia belum berkampanye di medsos apalagi baliho.
JPAR menduga simpatisan yang melakukan.
“Saya sendiri tidak pernah perintahkan. Bisa saja perorangan yang menjadi simpatisan yang memasang,” elak JPAR.
Hanya saja, JPAR tidak berani membuka siapa yang menyumbang baliho.
“Menurut JPAR, baliho yang tersebar, bukan atas dasar perintahnya, namun itu euforia dari simpatisannya,” ujar Taufik seperti dikatakan JPAR saat dimintai klarifikasi di kantor Bawaslu Manado.
Bawaslu mengejar simpatisan yang mana? Karena balihonya sama ucapan dan gambar. Taufik maka mereka harus menurunkan
“Kami juga sudah memberikan batasan waktu selama dua hari kepada JPAR agar balihonya ditarik. Kalau tidak kami berlakukan sesuai aturan yang berlaku,” pungkas Taufik.
Bawaslu akan bertindak lebih tegas. Jika seandainya dua hari masih ada baliho.
Dan ke depan Bawaslu akan panggil para pendukung yang memasang baliho.(hm)