Tumbelaka: Head to Head Sulit, Deson Bingung Golkar Dukung Mor-HJP

Hanny J Pajouw saat bersama Gubernur Sulut Olly Dondokambey

Harimanado.com– Wacana koalisi Partai Golkar (PG) dan Partai Amanat Nasional (PAN) di pemilihan gubernur (Pilgub) Sulut 2020 agak mengejutkan pengurus di level Kota Manado.

Keputusan DPP PG dan PG Sulut kawin kontrak dengan PAN hingga ke kasta pilkada Kota Manado belum terdengar sampai ke PG Manado.

Bacaan Lainnya

Ketua Golkar Manado Denny Sondakh membantah isu koalisi PG akan mengusung pasangan calon PD Mor D Bastian (MDB)- Hanny Jost Pajouw (HJP).

“Saya tidak tahu kalau seperti itu. Karena sekarang masih berproses. Awalnya Golkar beri surat tugas ke Imba,” kata Deson sapaan akrabnya.

Taufik Tumbelaka, Direktur Tumbelaka Institute mengatakan, perjalanan menuju Pilwako Manado dapat dikatakan paling  sulit bagi PDI Perjuangan.

Dikarenakan saat ini PDI Perjuangan memiliki momentum bagus dengan dapat menonjol dalam peta politik berdasarkan hasil Pileg lalu; namun kesulitan menyodorkan duet tangguh untuk ditawarkan kepada publik Manado.

“Ini terlihat sampai sekarang PDI Perjuangan belum memberi signal kuat tentang duet bakal kandidat di Manado,” katanya.

Disebut, munculnya spekulasi PDI Perjuangan akan mengajukan AA dan nantinya akan berhadapan dengan Mor Bastian – HJP secara head to head, cukup menarik.

“Namun tidak mudah terjadi dikarenakan membuat koalisi besar Demokrat, Golkar dan lain-lain, karena masih berpeluang muncul ‘Sang Petahana’ Prof Paula yang nota bene adalah representasi GSVL yang telah sukses menaklukan Pilwako Manado dua kali,” sebutnya.

Menurut Tumbelaka, perlu upaya keras mewujudkan koalisi besar untuk Mor Bastian-HJP. Terlebih Golkar Manado telah dari awal akan mengawal Sang Panglima, Jimmy Rimba Rogi.

“Namun jika nantinya ternyata terjadi, maka tentunya akan sangat sengit. Dikarenakan tidak mudah bagi siapapun menghadapi koalisi besar dalam kontestasi semacam Pilwako,” tutupnya.(**)

Pos terkait