
Laporan: Taufik Darusin, Pulau Nain.
Harimanado.com- Ratusan warga Desa Nain, Kecamatan Wori, Minahasa Utara sejak pagi tumplek di depan dan dalam bangsal, Kamis (27/8).
Warga asal suku Bajo ini sengaja kumpul lantaran ada tamu yang ditunggu.
Sebagian berjajar di dermaga perahu antarpulau di bibir pantai di tengah pulau.
Yang ditunggu akhirnya datang. Rombongan dari PT. Maa Ataita Indah (MAI). Yang datang bosnya langsung.
Direktur Utama PT MAI Vyda Avlyda dan Komisaris Utama Hi MA.

Ha Vylda mengenakan busana adat Bajo. Begitu juga busana pimpinan cabang PT MAI di Manado Ona Ramzia. Sementara Hi MA mengenakan sejenis bangklon.
Perusahaan ini diketahui bergerak di sektor budidaya dan penjualan ikan lobster di Indonesia.
Sudah bertahun tahun usaha dirintis di Nain. Tapi, PT MAI alami kesulitan gara-gara regulasi pembatasan menteri kelautan perikanan zaman sebelumnya.
Karena sudah dilonggarkan, maka PT MAI mengundang warga dan pemerintah guna mensosialisasi Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (RI) No.12 Tahun 2020 di Pulau/Desa Nain.
Acara ini bertajuk PT. Maa Ataita Indah Bersama Nelayan Bajo Provinsi Sulawesi Utara Optimis Indonesia Menjadi Juara Dunia.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Menteri Edhy Prabowo atas Permen No.12 Tahun 2020 yang sangat membantu masyarakat,” tutur Hi MA disambut gembira.
Menurut Hi MA, tujuan sosialisasi untuk mengedukasi masyarakat.
Bahwa budidaya lobster yang efektif akan menguntungkan ekonomi warga.
PT MAI terbukti memberi dampak positif. Baik sosial budaya dan ekonomi.
Target MAi mengakomodir mitra kerja sekira 10.000 Nelayan di Sulut.
Dan di pulau nain sekira 2.000 Nelayan yang terdaftar.
“Perusahaan ini tersebar 11 provinsi. Jumlah nelayan bajo kurang lebih 52.000, dan yang terinput 23.548 KTP. Sejak berdirinya 2016 silam, perusahaan membudidaya Lobster lalu diekspor hasilnya,”katanya.
Direktur PT MAI Muh Jakub usai acara menjelaskan sebelum Permen disahkan, budidaya Lobster dilakukan sembunyi-sembunyi di dasar laut.
Pemerintah sebut bisnis Ilegal, karena menteri Susi melarangnya.
“Maka dari itu, nelayan Bajo tidak meminta lebih kepada pemerintah, tetapi tolong jangan menyusahkan masyarakat, melainkan harus prihatin terhadap nasib mereka,”tegasnya dengan lantang.
Pria bertubuh padat menambahkan ada dua sektor pendapatan masyarakat Desa Nain.
Sektor perikanan dan budidaya rumput laut. Dan sekarang ketambahan budidaya Lobster.

dapun respon masyarakat serempat sangat antusias.
“Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi kehadiran PT. MAI ini, karena bisa membantu ekonomi perkapita masyarakat,tutur Dahmad Lajolo Nelayan Desa Nain.
Hukum Tua Desa Nain Akrim Hasyim kelihatan senang. Terlukis dari kalimatnya yang siap membantu PT MAI.
“Kami begitu gembira dengan adanya pembukaan ruang usaha ekonomi masyarakat Bajo di Nain,”akunya.
“Mudah-mudahan bisa berjalan rutin agar kami selaku pemerintah setempat dengan giat mensuport masyarakat dan niat baik perusahaan.” tambah Hasyim.
Menariknya, komponen pengurus yang berada di dalam perusahaan tersebut berlatar belakang suku bajo asli.
Ketika saling menyapa menggunakan bahasa daerah bajo, sehingga masyarakat secara emosional menerima dengan senang hati.
Ketua Panitia Sosialisasi Ona Ramzia memompa semangat masyarakat.

Aktivis perempuan Sulut menambahkan perusahaan MAI sebagai cikal-bakal memperbesar kekuatan ekonomi.
“Kelihatan dampaknya. Dari sektor kemaritiman suku bajo, mulai dari aspek pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lainnya,”tandasnya.
“Banyak masyarakat kita yang tidak mampu membayar biaya pengobatan, membiayai studi anak-anaknya, dan banyak juga yang meremehkan suku bajo dengan keterbatasan ekonominya, maka dari itu kita bangun kekuatan dan menunjukkan pada dunia bahwa kita bisa,”pungkas Ona Korwil PT. Maa Ataita Indah.
Usai seremoni, Komut PT MAI Hi MA dan direktur mengunjungi lokasi budidaya.
Mereka melihat perkembangan lobster. Yang ditangkar di dalam jala yang di sisinya dipasang besi.
Berkali kali Hi MA melihat lobster. Wajahnya kelihatan puas. Berkali kali dia memandang lobster sedang.
Sementara itu, di seberang dermaga, ada spanduk selebar 9 meter. Dibentangkan di atas 6 perahu londe.
Ditulis ucapan terima kasih kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Edy Prabowo.(*)















