Harimanado.com- Antrean cukup panjang terjadi di sebuah kedai kecil di bilangan Perkamil, Kecamatan Paal Dua, Manado.
Mereka dengan sabar menanti giliran untuk dilayani.

Di dalam kedai yang menjajakan miniuman ringan, tampak beberapa anak muda.
Dari tampang kelihatan masih mahasiswa.
Ternyata memang, bisnis ekonomi kreatif ini dikelola dan dimiliki para mahasiswa.

Mereka adalah aktivis mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Metro Manado.
Anak-anak muda ini cakap mengelola usaha kreatif. Tak melulu hanya diskusi dan aksi.
Aktivis PMII Metro Manado ingin membuktikan kemandiriannya dengan membangun wirausaha minuman cendol.
Nama bran-nya Cendol 88.
Slogannya menarik.
“Enak Mar Nyanda Enek”.
Cendol-88 baru Launching selepas sholat Jumat.
“Saya barusan lewat dan sempat menoleh ke arah tempat jualan cendol dan akhirnya memutuskan untuk singgah. Saya penasaran apakah rasanya sesuai namanya. Ternyata jajanan ini jauh lebih luar biasa,” ujar Mustofa Hasan selaku masyarakat penikmat Cendol-88.
Musthofa yang juga mahasiswa, IAIN Manado memberi apresiasi.
Selain rasa, dharga terjangkau dan pas dengan kantong mahasiswa.
“Pusat dagangan Cendol-88 bertempat di Kota Bitung, kebetulan saya juga orang asli Bitung dan usaha ini terinspirasi dari teman yang juga selaku owner Cendol-88 di Kota Bitung,” kata inisiator juga karyawan Cendol-88 Nova Salim.
“Cendol-88 cabang perkamil, langsung diambil alih oleh PMII Metro Manado, kebetulan juga kita butuh pengelolaan dana untuk kebutuhan organisasi, dan hari jumat launching-nya,” pungkas Nova.(tr21)















