Senin, Tiga PDP Akhirnya Menyerah
Harimanado.MANADO-Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal dalam penanganan medis terus bertambah di Sulawesi Utara.
Secara protokol kesehatan, PDP meninggal yang masih menunggu hasil pemeriksaan swab test harus dimakamka dengan protap jenazah Covid-19.

Secara kumulatif, hingga Senin (27/4) sebanyak 51 PDP meninggal.
Khusus Kota Manado, selang tiga hari terakhir ada 3 warga berstatus PDP yang tutup usia. Pada Sabtu (24/4), 1 PDP ber-KTP Manado meninggal dunia, dan diketahui kelahiran dari Minahasa Selatan.
Kemudian pada Senin (27/4) pagi, dua warga Manado status PDP dinyatakan meninggal dunia.
Satunya jenis kelamin laki-laki usia 58 tahun meninggal pukul 01.00 Wita. Pasien ini memiliki penyakit penyerta yang cukup banyak seperti diabetes mellitus, hipertensi, tuberculosis, hingga pneumonia.
Pasien berikutnya adalah bayi berusia 4 bulan jenis kelamin perempuan, juga tercatat warga Manado. Meninggal Senin siang, namun dimakamkan di Minahasa. Dalam keterangan medis, bayi ini didiagnosa PDP serta menderita penyakit bronchopneumonia juga kelainan jantung bawaan.
Di hari yang sama, 1 PDP asal Minahasa juga meninggal dunia. Laki-laki jenis kelamin usia 48 tahun dengan penyakit penyerta yaitu gagal ginjal. Telah dimakamkan di Minahasa.
Jubir Gugus Tugas Covid-19 Sulut Bidang Epidemiologi dr Steaven Dandel MPH menjelaskan, dari keseluruhan PDP yang meninggal, sebanyak 3 pasien dipastikan positif Covid-19 sesuai hasil pemeriksaan swab.
Sementara 31 pasien dinyatakan negatif Covid-19 pada pemeriksaan swab test. Sedangkan 17 jenazah masih ditunggu hasil pemeriksaan swab menggunakan alat Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).
Untuk PDP yang masih dirawat berjumlah 69 pasien. Tersebar di 11 rumah sakit di Sulut.
Di sisi lain, Dandel menerangkan bahwa jumlah kumulatif pasien positif Covid-19 masih tetap di angka 40.
“Masih dirawat sebanyak 26 pasien, 11 pasien sembuh, dan 3 pasien meninggal dunia,” sebut Dandel.
Dia menambahkan, kondisi pasien positif Covid-19 yang dirawat menunjukkan tanda-tanda ringan bahkan tanpa gejala. “Meski begitu tetap di isolasi RS sebagai bentuk kontrol agar tidak terjadi penyebaran virus atau transmisi lokal,” kata Dandel.
(tr-01)















