Harimanado.MANADO- Aksi penertiban dengan kekerasan oknum Satuan Pol Pamong Pradja (Pol PP) nyaris berujung kontak pisik.
Insiden ini terjadi saat penertiban para penjual kue berbuka puasa (takjil) di Kelurahan Wawonasa Lingkungan 5, Kecamatan Singkil, Selasa (28/4) siang.

Entah bagaimana awalnya, tiba-tiba Pol PP yang berniat menertibkan lapak di depan jalan raya Arie Lasut, kelihatan beringas memaksa masuk lorong yang dekat dengam swalayan Fresh Mart Singkil.

Sejumlah warga berupaya mencegah Pol PP di depan lorong masuk. Terjadi adu mulut, yang hampir menjurus kontak pisik.
Pol PP bersikeras masuk, tapi seorang bapak mencoba mencegah. Kelihatan dalam rekaman video pendek, oknum Pol PP seperti kesetanan mengejar orang.
”Mereka dengan emosi masuk lorong. Setelah meja meja dirobohkan,”tutur Steward, tokoh pemuda yang berhasil mendinginkan suasana.
Bapak yang sempat menahan oknum Pol PP mengaku sekadar menenangkan suasana. Lantaran mereka memaksa masuk ke dalam lorong.
Ibu- ibu pemilik lapak hanya bisa menangis. Meja untuk jualan sudah rusak. Warga sekitar ikut menonton aksi yang baru pertama terjadi di bulan Ramadhan.
Nyaris saja, insiden yang tak perlu terjadi di bulan Ramadhan, memakan korban.
Kepala Satpol PP Manado Johanis Waworuntu mencoba bela anak buahnya atas insiden.
Pol PP datang dengan cara kooperatif. Meneribkan lapak di bahu jalan. Tujuannya jelas, lantaran mencegah warga berkumpul di satu tempat. Karena bisa bahaya kemudian ada yang membawa virus corona.
”Lebih baik miring daripada palaka,”katanya.
Tapi, kata kasat, anak buahnya diprovokasi oknum dari dalam lorong. Dia menuding Ada yang melempar batu besar dari dalam lorong.
”Saat penertiban di depan jalan, warga mau kerja sama. Tapi, ada orang yang melempar batu kepada anggota kami,”kelit Kasat via rilis.(hm)















