Anak-anak BT FH Unsrat Gelar Baksos Beri Sembako

PATUT DITIRU: Pengurus BTFH Unsrat menyerahkan paket sembako kepada seorang warga di Maasing, Sabtu (18/4) sore.(foto:btfh)

Harimanado.MANADO- Wabah virus corona 2019 ikut berdampak kepada program sosial mahasiswa Universitas  Sam Ratulangi Manado.

Salah satu di antaranya Bakti sosial Badan Tadzkir Fakultas Hukum (BTFH) Unsrat di Bolmong Timur.

Bacaan Lainnya

Namun, para pengurus wadah mahasiswa Islam intra kampus menemukan solusi.

Uang yang terkumpul Mereka ganti dengan membeli 105  paket sembako untuk membantu warga Manado yang ikut terdampak Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Aksi dipimpin Ketua BTFH Unsrat Muh Ansari Anwar dan Muazidan Takalamingan, Sabtu (18/4).

Mereka menyisir ratusan titik di antaranya Kecamatan Malalayang, Sario, Singkil, dan Tuminting.

“Kami bersepakat dana yang terkumpul dibeli sembako sebanyak 105 paket,”kata Ansari diaminkan Zidan di Warkop Jella, di Kelurahan Islam Manado.

Baksos  bagi-bagi sembako dipuji warga. Baik yang tidak mendapat bantuan maupun yang diberi.

”Ana bangga dengan anak anak muda ini. Mereka ikut peduli dengan kondisi ini,”tutur Habib Alwie Assagaf pemilik Warkop Jella.

”Semoga yang kalian lakukan berkah. Terima kasih banyak,”tutur Sarah Desey lansia asal Maasing lingkungan 2.

Program aksi ini, kara aktivis HMI Manado bentuk lain dari bakti sosial. Alhamdulillah kesepakatan semua pengurus untuk dialihkan setelah memperhatikan kondisi Covid-19  di Sulut, bertema.

Sejuta Warna BTFH Untuk Mewujudkan Masyarakat Madani’.

“Awalnya jauh hari kami sudah merencanakan melakukan bakti sosial (baksos) di salah satu desa yang ada di Boltim, menjelang Bulan Ramadan. Namun kondisi Covid-19 membuat kami harus memikirkan ulang dan bersepakat mengalihkannya ke penyaluran bantuan,” jelasnya sambil menambahkan tema kali ini Sejuta Warna BTFH untuk Mewujudkan Masyarakat Madani.

 

Kegiatan itu, lanjut mahasiswa semester 6 ini, mendapatkan dukungan penuh dari Pembina BTFH Unsrat DR Abdurrahman Konoras. “Kami telah mengomunikasikan perubahan kegiatan ini, dan mendapatkan dukungan karena sifatnya sama baksos tapi modelnya saja yang beda,” terangnya.

Ketua Panitia Baksos BTFH Unsrat Umi Fareza menjelaskan, pandemi Covid-19 telah membawa dampak yang begitu signifikan bagi sektor perekonomian warga kelas menengah ke bawah.

“Mereka yang terdampak secara langsung merupakan pekerja di sektor informal seperti ojol, pedagang, dan sebagainya, termasuk awak media. Tim kami telah mendata 105 paket sembako yang terdiri dari beras 5kg, minyak goreng 1kg, gula 1kg, susu kaleng, mie instant, ditambah masker kain,” pungkasnya.(klik/hm)

KET FOTO2:BT FAK Hukum Unsrat keliling bagi-bagi sembako kepada warga di beberapa kelurahan di Manado.(foto:dok)

Pos terkait