Harimanado.com, Manado- Turnamen Domino Ketupat 2026 untuk pemanasan Iven besar Domino Grand Prix 2026 berakhir sukses pada Minggu siang sampai malam (03/05/2026).
Selain sukses, Iven bertajuk silaturahmi antar gardu/komunitas domino se Manado
diluar dugaan pecinta olah raga domino Sulut.
Dari kanan ke kiri juara 1 sampai 4 (tim Maasing. NU, Sindulang dan Kampar
Pasalnya di partai final kejuaraan yang direkomendasi Pengda Persatuan Olah Raga Domino (Pordi) Manado, terjadi final sengit dan menegangkan.
Duel antara gardu pendatang baru Gardu Maasing kontra Gardu NUsantara.
Tim penyelenggara Abdullah Alhabsy didampingi Arief Syawie dan Samaun mengakui olah raga domino banyak kejutan.
“Pola main grup lebih menantang lantaran bertanding bawa mama tim. Tujuan kami supaya terbentuk gardu atau grup. Juga makin saling kenal ,”tutur Abdullah yang disapa Aba Udung, di lokasi pertandingan di pondokan Hi Salahudin Ganggong.
Para atlet, para ketua gardu, Ketua Pordi Sulut Rivai Adam dan Ketua Pordi Manado Hi Salahuddin Ganggong, serta sponsor acara seperti Kanit Aiptu Pol Ramlan Amiri, dan wakil air mineral cleo mengakui puas dengan hasil pertandingan.
Mereka memberi apresiasi cara tim mendesain format pertandingan dan sikap tegas panitia jalankan aturan.
“Kami salut dan apresiasi dengan jalannya pertandingan. Meski kami kalah tapi panitia sudah kerja profesional,”kata Wakil Ketua KONI Manado Hi Abid Takalamingan di sela pertandingan.
Turnamen Ketupat diikuti 30 tim dari 32 tim wakili gardu atau 90 pasangan. Dua tim lolos berdasarkan undian nomor.
Sebelum lomba diawali syukuran halal bi halal. Sambutan Ketua Pordi Rivai Adam sekaligus dia beri pujian ke tim kerja yang mendesain acara. Hi Udin Ganggong mengucapkan apresiasi ke tim kerja.
Kemudian Hi Abid Takalamingan memberi tausyah singkat tentang dampak positif olah raga domino.
Di antara ratusan peserta tampak para dosen Unima Manado, Prof Dr Arrijani, Prof Dr Achmad Paturusi, Mener Jailani Mansyur dan lainnya.
Di partai final tim underdog Gardu Maasing
terdiri dari pasangan senior Ami Fahmi/Yanto, pasangan gado gado Nunu/Novri Satilu dan Rony/Jamal
menantang tim pengalaman Gardu Nusantara (NU) yang diketuai Dr Ulyas Taha.
Hasil akhir Gardu Maasing sukses menekuk gardu NU 2-1
Sebenarnya di pasangan Suardi/Uten vs Fahmi/Yanto belum ada pemenang atau score 7. Tapi mereka sepakat berhenti saat score 5-1 untuk NU.
Sebelum ke final Maasing mampu menumbangkan tim favorit Gardu Kampar 1 di babak semi final (4 besar). Jamal dkk menang 2-1 atas tim yang dipimpin Arief Syawie dan Fachri “Ane” Adam.
Sementara NU di semifinal sukses menyingkirkan tim anak muda Sindulang dengan poin 2-1. Di posisi 3 direbut tim Sindulang dan juara 4 tim Kampar.
Untuk para juara 1-4 diberi hadiah hiburan berupa uang tunai dari para sponsor yaitu Kanit Ramlan Amiri dan Hi Salahudin Ganggong.(ham)