Balas Sindiran Hasto, Jokowi Akui Ingin Ketum Golkar, Bukan PDIP 

Harimanado.com,JAKARTA- Rahasia Presiden Jokowi meminta Megawati Soekarnoputri supaya menyerahkan kursi ketua umum PDIP  kepada Jokowi  memantik reaksi.

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, mengakui Jokowi harus menggunakan lidah  Ryas Rasyid untuk membujuk Jokowi.

Bacaan Lainnya

Selain PDIP, Jokowi juga kata Hasto berupaya mengambil alih Partai Golkar. Hal tersebut dilakukan jelang lima hingga enam bulan sebelum Pemilu 2024.

“Rencana pengambilalihan Partai Golkar dan PDIP. Jadi jauh sebelum pemilu, beberapa bulan, antara 5-6 bulan,” imbuh Hasto.

Presiden Jokowi menanggapi pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dengan nada heran karena isu itu muncul.

“Bukannya Golkar?” kata Jokowi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (3/4).

Sebelumnya, Jokowi sempat disebut ingin menjadi pimpinan Golkar. Bahkan, Jokowi dilaporkan akan bergabung dengan partai berlambang pohon beringin itu.

“Katanya mau ngerebut Golkar, katanya mau ngerebut, masa semua mau direbut semuanya? Jangan, jangan seperti itu,” ujarnya.

 

Saat ditanya apakah pernyataan Hasto itu tidak benar, Jokowi hanya menjawab singkat.

“Jangan seperti itu,” tegasnya.(kump)

Selain itu Hasto menegaskan prilaku Gibran Rakabuming Raka.

Ketum Megawati Soekarnoputri pernah bertanya secara langsung sekira Agustus 2023 kepada putra Presiden Jokowi apakah akan maju sebagai cawapres di 2024?

Saat itu, Gibran menyatakan tidak akan maju Pilpres kepada Megawati.

“Kemudian ketika awal Agustus di dalam rapat konsolidasi seluruh kepala daerah Ibu Megawati Soekarnoputri juga bertanya hal yang sama dan dijawab di hadapan seluruh kepala daerah bahwa Mas Gibran tidak akan maju,” kata Hasto di Jalan Cemara 19, Jakarta Pusat, Senin (1/1).

“Karena ini penting jawaban kader PDIP dengan kejujuran ini sangat penting sebagai suatu instrumen pengambilan keputusan bagi PDIP,” tambah dia.

Dan ternyata, kata Hasto, Gibran berbohong kepada Megawati. Sebab, Hasto melanjutkan menurut data dan keterangan sejumlah pihak, keluarga Jokowi sudah merestui Gibran sejak April 2023. Jauh sebelum Megawati bertanya langsung kepada Gibran.(kumparan)

 

Pos terkait