Banyak Persoalan, Warga Tomohon Mengadu, Sejumlah Keluhan Masuk di Telinga Wakil Rakyat Sulut.

SERAP: Anggota DPRD Sulut Wenny Lumentut saat menjemput aspirasi konstituennya di beberapa kelurahan di Kota Tomohon, pekan lalu.

Harimanado.com TOMOHON – Masih banyak ditemui persoalan di tengah masyarakat Kota Tomohon. Terbukti, dalam kegiatan jemput aspirasi Ketua Fraksi Nyiur Melambai DPRD, Wenny Lumentut (WL) banyak aduan, keluhan yang disampaikan warga. Setiap kelurahan yang dikunjunginya, ada saja keluhan yang disampaikan. Seperti bea dan kontrak lapak di Pasar Tomohon yang dinilai terlalu tinggi. “Kami minta Pak Wenny kalau bisa ringankan bea dan kontrak kios,” ungkap Keisa Posumah, salah satu pedagang di Pasar Tomohon. Tak hanya itu saja, di Kelurahan Talete, warga mengeluhkan soal bantuan pangan non tunai yang tidak tepat sasaran. Warga menilai, penyalurannya tidak adil. “Banyak orang yang sebenarnya layak untuk mendapatkan bantuan itu. Tapi sangat disayangkan mereka tidak dapat bantuan itu. Banyak yang tergolong miskin yang berhak terima bantuan, tapi ternyata sebaliknya,” sesal Yanes. Selain itu juga, ada keluhan terkait air PDAM yang sering mati namun pembayarannya tinggi.
Di Kelurahan Tondangouw, warga mengeluhkan lampu penerangan jalan serta jalan akses perkebunan yang masih terkendala. Kemudian, persoalan sumber air bersih dan fasilitas olahraga, infrastruktur pendidikan bagi generasi muda kelurahan. Hal itu nampaknya belum sepenuhnya diperhatikan pemerintah kota. Sebab semuanya terangkat da menjadi keluhan masyarakat. Akan hal itu, WL mengaku akan memperjuangkannya. Meski ada banyak keluhan merupakan kewenangan Pemkot Tomohon. “Ini akan kita koordinasikan. Tentu kami akan sampaikan berbagai aspirasi masyarakat dan diperjuangkan dalam lembaga DPRD. Akan dilihat apa yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi,” kata WL. Untuk program pemprov, kata dia, sudah dan sementara dilaksanakan. Seperti bea siswa bagi siswa miskin dan berprestasi, soal pariwisata yang terus digenjot hingga masalah perekonomian. WL juga mengingatkan warga bahwa kunjungannya bukan merupakan kampanye. Apa lagi dirinya diketahui merupakan calon wakil wali kota Tomohon. “Saya murni reses. Mendengar aspirasi masyarakat. Kalau kampanye ada waktunya. Di sini bukan kampanye, bukan soal calon, tapi murni reses. Berbagai aspirasi, harapan masyarakat disampaikan,” tegasnya.

Pos terkait