Harimanado.com,MANADO— Bank Indonesia (BI) mengakui ekonomi Sulut sedang bergairah. Berbeda dengan daerah lain di timur, pertumbuhan bergerak pelan.
Menurut Deputi Senior Bank Indonesia Desty Damayanti saat tampil di seminar North Sulawesi Investmen Forum di Hotel Novotel Manado, pertumbuhannya sangat baik, lantaran hampir semua sektor tumbuh.
” Saya takjub dengan perkembangan perekonomian Sulut yang begitu pesat traficknya mulai dari pariwisata,pertambangan,pertanian,perikanan fasilitas wisata yang indah dan lainnya,” katanya Selasa (8/8).
Seminar nasional turut dhadiri Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Kapolda Sulut,Irjen Pol Setyo Budiyanto, Wakil Menteri Perdagangan Jery Sambuaga, para pejabat BI Manado, pimpinan OJK dan para pejabat SKPD Pemprov Sulut.
Desty ikut menyentil kehebatan Sulut membuka rute transportasi udara internasional. Penerbangan langsung dari Sulut ke Singapore,Tiongkok,Jepang dan lainnya sangat strategis dan ini potensi pertumbuhan ekonomi yang luar biasa.
” Salut kepada perwakilan BI Manado Andri Prasmuko dan lainnya yang terus berkolaborasi dengan pemprov Sulut guna mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah ini.Optimalkan potensi yang ada saat ini ditengah kondisi global yang semakin mengancam perekonomian dunia,”tutur Damayanti.
Damayanti mengungkapkan ekonomi global saat sedang naik turun bahkan kecenderungan mengalami perlambatan karena kebijakan yang mereka ambil sangat ekstrem.” Makmaya kami dari Bank Indonesia sangat proaktif mengatasi inflasi di daerah,” tuturnya. Damyanti mengungkapkan presiden Jokowi mencanangkan perbankan menyalurkan kreditnyq pada sektor tertentu seperti pertanian
pertambangan transportasi perhotelan perumahan UMKM . Tujuannya untuk mendorong pertumbuhan sistem pembayaran dengan menggunakan Qrish q atau Bifash tujuannya mendorong pertumbuhan ekonomi.” Intinya BI mendorong Pertumbuhan investasi di daerah,” tandas Damayanti seraya menambahkan posisi Sulut sangat strategis karena berada di pintu Asia















