Harimanado. BOLMUT- Bencana alam banjir sukses memorak porandakan dua kecamatan di Kabupaten Bolmong dan Bolmong Utara pekan lalu.

- KAGET: Anggota Komisi 3 DPRD Sulut Amir Liputo bersama pejabat Balai Jalan-Balai Sungai di lokasi bencana Bolmut, Kamis (12/3).(foto:AL)
Setelah air surut, ditemukan material pohon gelondongan yang baru ditebang.

Kecurigaan makin jadi, manakala anggota DPRD Sulut Komisi 3 dan Balai Jalan dan Balai Sungai menemukan fakta.

Di bawah jembatan Biontong dan beberapa jembatan menumpuk kayu gelondongan dari arah bukit.
Mendengar informasi ini, tokoh masyarakat yang lahir di Bolmong Utara Abid Takalamingan mendesak DPRD Sulut serta pemprov untuk tindak lanjuti.
Mantan anggota DPRD Sulut periode 2004-2009 mengaku juga mendengar ada penambangan di antara Domisil dan Pangi.
”Nanti dibuka di-hearing DPRD Sulut biar kuat Kalau ada temuan soal penyalahgunaan izin dan ilegal loging harus ditekan. Gunakan hak dewan untuk memanggil pemegang HPH,”katanya.
Liputo mengaminkan akan dibawa ke lintas komisi. Kalau ditemukan ada pelanggaran, akan direkomendasikan untuk dikenakan sanksi sesuai ketentuan uu yang berlaku.
”Kami semua akan bahas di-hearing lintas komisi 3 dan 2 DPRD SULUT,”katanya.
Liputo menambahkan penyebab banjir di Desa Jambu Sarang Bolmut akibat jembatan tua yang sudah dua tahun terbengkalai.
”Karena sudah punya jembatan baru, mereka lupa bongkar jembatan tua,”katanya.(hm)















