Harimanado.com- Kantor Kementerian Agama (Kanmenag) Kota Manado baru baru ini diterpa badai masalah yang mengarah ke Kepala Kemenag Manado Hj. Rogaya Udin, S.Pd, M.Pd.
Orang nomor satu di Kemenag Manado ini diadukan terkait acara syukuran hari ulang tahun Kakanmenag Manado ke 50 di rumahnya di Kota Bitung, Jumat (19/5).
Bocoran didapat diduga ada dalang yang mengadu untuk menghasut Kepala Kanwil Kemenag Sulut Sardin Sahe dan Inspektorat Kementerian Agama RI. Motif si oknum iri hati. Sumber salah satu pejabat Kemenag Manado menduga si oknum kalah bersaing.
“Ada oknum diduga yang menggunakan wartawan dan dikirim ke Kakanwil Kemenag Sulut. Malah dia minta supaya Kakanmenag Manado dicopot,”katanya.
Informasi dari beberapa staf Kemenag Manado, Rogaya telah dipanggil untuk diminta klarifikasi fakta yang terjadi.
“Ibu Kemenag Manado dari pagi ada rapat di Kanwil Kemenag Sulut. Terkait laporan yang sudah diberitakan di media online. Ibu sudah klarifikasi apa yang sebenarnya terjadi,”kata Humas Kemenag Manado Roslina Karim.
Aduan yang dilakukan terhadap Rogaya dan disebarkan ke media adalah isu yang disebarkan pelayanan Kemenag Manado mandek. Disebut semua ASN Kemenag Manado ramai ramai ke Bitung meninggalkan kantor saat jam kerja.
Rogaya menjelaskan, pada hari jumat itu, dia dan ASN lainnya tetap melaksanakan tugas sebagai abdi negara yang bertugas di Kemenag Manado.
“Di hari Jumat itu, kami tetap masuk kantor, dan tetap memberi pelayanan kepada masyarakat khususnya calon jamaah haji di Kota Manado sampai pada pukul 12.00 siang di Kantor Wali Kota Manado,” tutur Rogaya Udin.
Setelah itu birokrat yang dikenal punya perusahaan ekspor ikan tuna dan ruko pakaian di Bitung minta izin untuk menggelar doa tasyakuran di kediaman di Bitung.
“Jadi tetap ada pelayanan di kantor. Karena tidak semua pegawai hadir,” ungkap mantan Kakanmenag Bitung di Aula Kemenag Kota Manado, Senin (22/5/2023).
Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya tidak pernah mengarahkan para pejabat dan pegawai untuk wajib hadir. Apalagi diisukan diabsen pegawai yang datang. Serta diwajibkan bawa hadiah atau bingkisan dalam bentuk apapun.
Adapun tumpeng dan kue yang beredar di publik, bukan dari pegawai Kemenag Kota Manado, tetapi dari rekan-rekan organisasinya di Bitung.
“Jadi sekali lagi, saya hanya mengundang untuk makan siang sebagai bentuk rasa syukur saya kepada Allah. Dan saya sama sekali tidak menggunakan uang negara ataupun fasilitas kantor lainnya untuk kepentingan pribadi saya, apalagi di media media tersebut menyebut saya melakukan gratifikasi, saya tegaskan itu fitnah,” katanya.(sir)
”Saya tidak pernah memerintahkan atau menyuruh pengawai-pegawai Kementerian Agama Kota Manado untuk membawa hadiah. Apalagi kasih duit. Kue yang dimakan disiapkan oleh keluarga saya bukan diminta ke pegawai. Di dalam bungkusan isinya buku biografi dari pengasuh PKP Kombos alm KH Rizali M Noer. Juga hadiah burung itu ternyata hanya prank karena saya belum mau cari pengganti suami,” ungkap Rogaya Udin.
Penjelasan Rogaya ditambah Kepala KUA Singkil Suyanto Muarif dan semua KUA di Kemenag Manado. Mereka tidak diwajibkan datang. Kalau pun ada kesempatan, mereka datang masing masing. Balik ke kantor juga masing masing dan lanjutkan pelayanan.
“Saya datang setelah selesaikan tugas melayani di KUA Singkil. Saya datang biaya pas pasan. Saya saja minta sama ibu (Kakanmenag) 200,000 untuk bayar tol dan isi bensin. Mana mungkin kasih duit,”katanya.
Hal ini ditambahkan para kepala seksi. Mulai dari Kasie Urusan Haji Fachrin Pole, Kasie Urusan Pendidikan Islam Yusran Mantauw dan Kasie Urusan Bimas Islam Syahril Sahabudin serta KTU Kemenag Manado.
Mereka sepakat Kakanmenag Manado harus buat pernyataan klairifikasi.
“Kami dukung ibu Kemenag untuk klarifikasi untuk hak menjawab ke publik. Bahwa ini fitnah dan sengaja menjatuhkan,”kata Syahril.(sal)















