Harimanado.com,MANADO- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut sedang fokus mengendalikan tingkat inflasi (kenaikan harga bapok secara bersamaan) di Sulut.
Salah satu program yang dikencangkan adalah Marijo Bakobong dengan titik sasaran keluarga pra sejahtera dan para petani.
Supaya program terkelola dengan baik, Pemprov Sulut menggandeng Bank Indonesia Perwakilan Sulut.
Kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, Andry Prasmuko program ini untuk menjaga fluktuasi harga di pasar tidak terlalu tajam.
“Untuk tahun 2023, inflasi di Sulut masih dihadapkan dengan beberapa potensi kenaikan yang salah satunya berasal dari kenaikan harga bahan pangan,”katanya.
Supaya tepat sasaran program Marijo Bakobong dilibatkan para tokoh agama dan masyarakat. Saat pencanangan Marijo Bakobong, Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja, Pdt. Johan Manampiring, Ketua MUI Kotamobagu KH. Abdul Wahab, Sekretaris Umum MUI Kotamobagu Ust. Jainudin, Ketua BKSUA Manado Pdt. Yudi Tunari yang ikut melakukan pencanangan perluasan gerakan ‘Marijo Bakobong’.
Di saat bersamaan diserahkan 350.000 bibit barito secara simbolik kepada keluarga pra-sejahtera dan kelompok tani di 15 Kab/Kota Sulut.
BI Sulut juga me-launching Klinik Pertanian pendampingan langsung oleh Pengusaha Tani Unggulan Bank Indonesia (PUBI) dan menggelar Kompetisi Marijo Bakobong.
“Program pembagian bibit barito ini akan dilaksanakan dalam dua mekanisme, yakni penyaluran bibit barito dan pupuk untuk Persit dan Bhayangkari Kotamobagu, serta PKK yang akan disalurkan kepada keluarga pra-sejahtera di Sulawesi Utara.
Cara kedua pembagian bibit barito dan alat pembuat POC (pupuk organik cair) kepada kelompok tani di 15 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Utara,”katanya.
Andry juga menambahkan, sinergi, komitmen dan koordinasi seluruh pihak adalah kunci keberhasilan pengendalian inflasi yang berkesinambungan.
“Bank Indonesia tentunya tak lupa menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan pemerintah daerah beserta jajaran yang telah mendukung kegiatan Gerakan Pengendalian Inflasi Sulawesi Utara 2023. Seluruh usaha pengendalian inflasi selanjutnya diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan membawa kebermanfaatan bagi masyarakat Sulawesi Utara,” ungkapnya.(*)















