Inflasi Sulut Harus Direm, Februari 2026 Melonjak 4,64 Persen, Padahal 2025 Deflasi

Harimanado.com,Manado- Pergerakan harga komoditi pokok warga Sulawesi Utara (Sulut) melompat cukup tinggi.
Kenaikan harga komiditi ini tergambar dari lompatan inflasi Sulut secara year on year (y-on-y) pada Februari 2026 ke level 4,64 persen. Akibat inflasi mendorong Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,44.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut Agus Sudibyo MStat Inflasi y-on-y terjadi dirangsang peningkatan harga yang ditunjukkan kelompok pengeluaran seperti : kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,29 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 16,71 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,61 persen;

Bacaan Lainnya

kelompok transportasi sebesar 0,64 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,24 persen; kelompok pendidikan sebesar 9,67 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,13 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 13,96 persen.

“Indeks tertinggi di Kota Manado sebesar 5,73 persen dengan IHK sebesar 109,03. Inflasi terendah terjadi di Kabupaten Minahasa Utara sebesar 2,72 persen dengan IHK sebesar 113,70,”tutur Agus melalui rilis resmi, Rabu (04/03/2026).
Meski inflasi mendaki cukup tinggi tapi ada kelompok pengeluaran menurun harganya. Seperti kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 2,43 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,59 persen; dan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,45 persen.

Agus melanjutkan untuk trend harga Februari dibanding Januari tahun sama (month to month/m-to-m) Sulut ada inflasi ebesar 1,02 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,69 persen.

Perkembangan harga berbagai komoditas pada Februari 2026 secara umum menunjukkan adanya peningkatan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Sulawesi Utara di 4 kabupaten/kota, pada Februari 2026 terjadi inflasi y-on-y sebesar 4,64 persen, atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,54 pada Februari 2025 menjadi 110,44 pada Februari 2026. Tingkat inflasi m-to-m sebesar 1,02 persen dan tingkat inflasi y-to-d sebesar 1,69 persen.

Inflasi y-on-y terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,29 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 16,71
persen; kelompok kesehatan sebesar 0,61 persen; kelompok transportasi sebesar 0,64 4 No. 17/03/71/Th.XX, 2 Maret 2026

Perkembangan Indeks Harga Konsumen Provinsi Sulawesi Utara Februari 2026 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,24 persen; kelompok pendidikan sebesar 9,67 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran
sebesar 1,13 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 13,96 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 2,43 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,59 persen; dan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar
0,45 persen.

Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Februari 2026, antara lain: tarif listrik, emas perhiasan, daun bawang, beras, ikan malalugis/ikan sorihi, ikan cakalang/ikan sisik, ikan selar/ikan tude, akademi/perguruan tinggi, ikan deho, mobil, bawang
merah, daging ayam ras, pepaya, ikan mujair, sekolah menengah atas, Sigaret Kretek Mesin (SKM), semangka, pasta gigi, sekolah dasar, dan cakalang diawetkan.

Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, antara lain: daging babi, tomat, cabai rawit, bawang putih, cabai merah, bensin, sandal kulit pria, baju anak stelan, sabun detergen bubuk, gaun/terusan wanita, sabun cair/cuci piring, sepatu wanita, celana panjang katun pria, kemeja pendek katun pria, minyak goreng, baju kaos berkerah pria, obat gosok,
minuman ringan, wortel, dan baju kaos berkerah anak.

Sementara komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m pada Februari 2026, antara lain: cabai rawit, daun bawang, emas perhiasan, tomat, mobil, angkutan udara, telepon seluler, semangka, cumi-cumi, tukang bukan mandor, sepeda motor, terong,
cabai merah, ikan malalugis/ikan sorihi, ikan bakar, pasta gigi, susu cair kemasan, martabak, mie, dan pengharum cucian/pelembut.
Untuk komoditi yang melorot harganya atau sumbangan deflasi m-to-m, antara lain: bawang merah, daging babi, beras, ikan deho, ikan selar/ikan tude, shampo, bensin, telur ayam ras, ikan cakalang/ikan sisik, ikan kembung/ikan pembalut wanita, wortel, sabun cair/cuci piring, bahan bakar rumah tangga.

“Pada Februari 2026, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,10 persen; kelompok

perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,30 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,02 persen; kelompok transportasi sebesar 0,08 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen; kelompok pendidikan sebesar
0,31 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,12 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,88 persen. (ham)

Pos terkait