Ini Saran Liando ke PDIP, Pasang Kader Sendiri

Harimanado.MANADO- Wacana PDIP Sulut akan memaketkan Jimmy Rimba Rogi dan Altje Dondokambey di Pilkada Manado memantik tanggapan pengamat Politik Unsrat Dr Ferry D Liando.
“Semua kemungkinan bisa terjadi. Jangankan yang tidak mungkin, yang mustahil saja bisa terjadi,” ujarnya.
Hanya disayangkan,  jika PDIP sebagai partai besar tapi tidak mau mengusung kader sendiri. Apalagi tugas parpol itu mempersiapkan calon pemimpin.
“Anggaran negara melalui APBN dan APBD cukup besar untuk membiayai parpol. Anggaran itu bermaksud agar parpol mempersiapkan calon-calon pemimpinnya. Mekanisme persiapan  itu adalah merekrut anggota masyarakat untuk jadi kader atau angg,” katanya.
“Setelah terdaftar sebagai anggota parpol, tugas parpol selanjutnya adalah melatih dan mendidik kader-kadernya untuk menjadi calon pemimpinnya. Dilatih pengetahuannya, dilatih kompetensi dan kapasitasnya serta dilatih akhlak dan moralnya,” sambungnya.
Setelah proses di atas berjalan, lanjut Liando, akan ada masanya masing-masing parpol akan melakukan seleksi bagi anggotanya untuk di persiapkan mengikuti pilkada atau pemilu.
“Mereka adalah utusan parpol untuk ditawarkan ke publik,” tekannya.
Dibeberkan, parpol memiliki tiga fungsi. Pertama, merumuskan rancangan kebijakan publik yang dibahas bersama para ahli;  kemudian rancangan kebijakan itu ditawarkan kepada publik melalui pemilu atau pilkada. Kedua, mempersiapkan calon-calon pemimpin untuk memperjuangkan usulan kebijakan publik yang di miliki oleh parpol baik di DPRD maupun di eksekutif.
“Ketiga, memperjuangkan kebijakan publik pada lembaga-lembaga eksekutif dan legislatif,” bebernya.
Dituturkan, parpol yang selama ini hanya terbiasa melirik kader-kader dari parpol lain adalah parpol yang tidak dewasa.
Sebab, harusnya masing-masing parpol percaya dengan kader-kader binaannya sendiri.
“Kebiasaan parpol besar seperti PDIP, Golkar, Nasdem dan parpol-parpol lain membuka pendaftaran calon, sesungguhnya lebih terkesan hanya mengutamakan pada pendekatan pragmatis irasional.
Tabiat Parpol Sepeti ini biasanya parpol yang selalu takut kalah. Sehingga untuk menang, segala cara bisa dilakukan. Termasuk hal-hal yang tidak masuk akal dan apolitis,” sentilnya.
Ditambahkan, jika hanya membuka peluang masukannya calon dari bukan kader parpol lewat mekanisme pembukaan pendaftaran bagi kalangan umum, lalu buat apa parpol itu didirikan?
“PDIP mengoleksi banyak kader potensial. Harusnya masing-masing parpol memberikan pendidikan politik yang baik, dengan lebih mengutamakan kader sendiri sebagai calon kepala daerah,” tutup Liando.(hm)

Pos terkait