Harimanado.com- Kafilah Kota Kotamobagu (KK) dilanda suka cita.
Duta- duta Kotamobagu bahagia lantaran menjuarai Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXVIII tingkat provinsi di Kampus IAIN Manado.
Untuk pertama kali meraih predikat juara umum MTQ provinsi.
Juara umum sebelumnya diraih oleh Kafilah Kota Kotamobagu.
MTQ yang berlangsung lima hari, telah ditutup Rabu (26/08) sore.
Ketua Majelis Hakim, KH Abdul Wahab Abdul Gafur mengumumkan dihadapan panggung MTQ.
“Juara Umum diraih oleh Kafilah Kota Kotamobagu dengan perolehan nilai 77.” bebernya.
Ketua Panitia MTQ ke-28 Adnan Mandiri saat sambutan ucapkan berterima kasih kepada Gubernur Olly Dondokambey terkhususnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) yang menopang akegiatan di kampus multikultural tersebut.
“Karena Pak Gub tidak bisa hadir dan menutup acara ini, tolong sampaikan terima kasih banyak kepada beliau. Dan juga apresiasi untuk Rektor IAIN Manado, tentu ini menjadi nilai jual bagi kampus multikultural tersebut, agar kiranya sesegera mungkin berpindah status menjadi UIN Manado.” ujarnya.
IAIN Manado adalah salah satu kampus multikultural yang mengkampanyekan nilai-nilai toleransi di Sulut.
Rektor IAIN Manado Delmus Puneri Salim begitu gembira atas terlaksananya MTQ.
”Kami dan seluruh Civitas Akademika sangat bersyukur juga sebagai media untuk mensosialisasikan kampus pada elemen masyarakat Sulut.” ungkapnya.
Tepat hari ini, MTQ melahirkan beberapa juara yang akan mewakili provinsi sulut untuk bertarung di kompetisi nasional.
Dikatakan Kepala Kantor Wilayah (kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulut Abdul Rasyid, “Kami berharap, yang menang hari ini bisa menjadi duta provinsi sulut untuk bertarung di pentas MTQ Nasional.” tandasnya.
“Oleh karena itu, melalui LPTQ Sulut akan dilaksanaan pembinaan terhadap para peserta-peserta yang menang, sehingga apa yang kita harapkan di kompetisi MTQ Nasional bisa terwujud.” tungkas rasyid.
Kegiatan keagamaan berjalan lancar tanpa kendala, sehingga banyak tokoh-tokoh agama dan budaya mengapresiasi komitmen Gubernur dalam membangun tumbuhnya pluralisme di sulut.
Menurut Rasyid, indeks toleransi di Indonesia terkhususnya Sulut berkisar 79,9 % sehingga kegiatan ini cukup diperhitungkan terhadap kerukunan provinsi sulut.
“Telah lama kerinduan ini dirasakan Pak Gub untuk menjadi tuan rumah MTQ Nasional di sulut 2020, namun banyak antrian berbagai kabupaten/kota. Tetapi, Pak Olly akan mengusahakan Tahun 2022 sulut yang memegangnya.” pungkasnya.
Dalam Pelaksanaan MTQ pada situasi pandemi sangat berbeda dengan sebelumnya, karena banyak pembatasan Kafilah dan juga sesuai protokol kesehatan yakni jaga jarak, pakai masker, dan lainnya.
Tetapi semangat keberagaman dan upaya mensukseskan acara ini tidak berkendala. “Menteri Agama berpesan agar pada pelaksanaan MTQ Provinsi berjalan sesuai Protokol Kesehatan.” kata Rasyid.
Dalam penutupan kegiatan tersebut, Gubernur dan Wakil Gubernur berhalangan untuk hadir sehingga diwakili oleh Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian Prasetno Hadi.
Prasetno menutup dengan memohon maaf kepada seluruh komponen dalam acara tersebut, karena Pak Gub dan Wagub tidak bisa membersamai.
“Pak gubernur mengatakan jangan khawatir, untuk peserta yang menang pasti akan diberangkatkan.” tutupnya.(afik)















