MANADO– Tahapan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) daftar pemilih di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sulawesi Utara 2024 telah berjalan 10 hari sejak dimulai 24 Juni 2024.
Sesuai jadwal coklit akan berakhir 24 Juli 2024.
Guna memastikan keberhasilan tahapan ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut berupaya mengantisipasi -kendala yang berpotensi menghambat Coklit Pilkada 2024.
Salah satu yang sedang disolusikan KPU Sulut, yakni pendataan masyarakat di daerah terdampak bencana. Terutama para pengungsi korban erupsi Gunung Ruang yang saat ini tidak berada di Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing.
“Sejauh ini Coklit berjalan normal. Tapi memang ada beberapa daerah yang terkendala bencana, seperti BMR yang mengalami banjir dan tanah longsor,” ungkap Komisioner KPU Sulut, Awaluddin Umbola kepada awak media beberapa waktu lalu.\
“Yang spesifik harus kita selesaikan, yaitu pengungsi Gunung Ruang. Karena ada masyarakat dari dua desa hari ini diketahui sedang mengungsi di Bitung,” beber Awaludin, selaku koordinator Divisi Sosialsiasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia KPU Sulut
Kata Awaludin KPU Sulut tetap terkendala dengan lokasi pengungsi Gunung Ruang yang berada di luar Bitung. Disinilah peran pemerintah yang sangat dibutuhkan penyelenggara.
“Situasi ini membuat kita sempat terlambat dalam rekrutmen PPS untuk dua desa itu. Karena titik konsentrasi pengungsi yang belum mendapat kepastian secara menyeluruh. Tapi kemarin kita sudah koordinasi dengan Pemerintah Kota Bitung dan Pemerintah Provinsi Sulut, agar mengkonsolidasikan mereka di satu tempat,” lanjut Awaluddin.
“Kita juga butuh bantuan Pemerintah Sitaro untuk menkonsolidasikan pengungsi yang tidak terkonsentrasi di Bitung. Seperti yang mengungsi di Siau, Tagulandang, dan sekitarnya.(lip)















