harimanado.com-TENSI politik di Sulawesi Utara (Sulut) termasuk Kota Bitung meningkat menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, 9 Desember 2020 nanti.
Berbagai elemen masyarakat Bumi Nyiur Melambai berharap, pesta demokrasi lima tahunan itu berlangsung aman, damai, dan kondusif.
”Pemilukada adalah sebuah pesta demokrasi yang sepatutnya kita sebagai warga Sulawesi Utara memaknai hal ini sebagai sebuah kesukacitaan. Dinamika yang berkembang di masyarakat hanyalah sebatas eforia belaka, bukan dijadikan sebagai sekat atau alat pemecah belah dan propaganda. Karena, siapapun yang kelak terpilih adalah pemimpin daerah bagi kita warga Sulawesi Utara secara umum dan Kota Bitung secara khusus,” kata Direktur CV Raya Berkat Mulia, Dios Eben Sagune, SE, kemarin (17/11).
Suami Cindy Cicillia Monica Luntungan SE dan ayah dari Mikha dan Tricy berharap, lewat momentum ini masyarakat lebih bijak lagi memilih pemimpin yang baik dan benar.
”Siap melayani masyarakat dengan program yang pro rakyat dan tidak membuat masyarakat stres, tetapi mampu membuat masyarakatnya tersenyum dengan program pemimpin kota dan pemimpin yang mampu bersinergi dengan pemerintah daerah bahkan pusat,” ujarnya.
Putra Bitung 2001 dan Nyong Kampus 2007, juga berharap di Pilkada nanti bisa melahirkan sosok pemimpin yang mengerti dan memahami keberadaan daerah ini.
”Seperti halnya pemimpin Sulawesi Utara yang tidak hanya pandai beretorika tetapi sudah membuahkan banyak karya, dan sudah dinikmati oleh masyarakat Sulut secara umum dan Kota Bitung secara khusus,” tutur Komandan Panji Yosua Jemaat GMIM Pniel Pinangunian, Bitung.(axm)
Lebih Bijak Pilih Pemimpin








