Harimanado.com,MANADO- Iklim politik di tubuh Partai Golkar Sulut makin panas. Ini dipicu manuver sebagian sepuh PG Sulut ke sejumlah ketua DPD 2 PG kabupaten dan kota. Misinya menggantikan Christiany Eugenia Paruntu (CEP) dengan Ketua PG Mitra Tonny Lasut atau Ketua Umum DPP AMPI Jerry Sambuaga
Upaya sejumlah sepuh PG tidak mulus. Mayoritas DPD 2 masih loyal kepada CEP. Begitu pun infonya CEP masih dibutuhkan DPP PG.
“Sampai saat ini, nama ibu Tetty Paruntu masih kuat di mata ketum Bahlil. Namun Bahlil ingin proses musda tetap menjaga demokrasi dan dinamika,”kata kader muda DPP PG yang berdarah Sulut.
Para sepuh kemudian mencari celah lain. Digulirkan isu dua periode. Mereka klaim anggota DPR RI ini menakhodai PG Sulut periode 2015- 2020 dan 2020 – 2025.
Namun, isu itu mental karena CEP belum dua periode. AD Partai Golkar hasil Musyawarah Nasional (Munas) Tahun 2024, jabatan Ketua DPD Provinsi adalah lima tahun terhitung sejak ditetapkan dalam Musda Provinsi.
Jelas dalam AD, CEP belum genap dua periode. CEP ditunjuk dalam Musdalub Partai Golkar Sulut Oktober 2017 untuk menyelesaikan sisa periode 2015–2020. Selanjutnya, CEP kembali terpilih dalam Musda ke-X Partai Golkar Sulut pada Februari 2020 untuk periode 2020–2025.
Dia menjelaskan di petunjuk pelaksanaan (JUKLAK) Nomor 02/DPP/GOLKAR/IV/2025 Pasal 66 ayat 1 dan 2, disebutkan bahwa Ketua DPD hanya dapat menjabat dua periode, baik berturut-turut maupun tidak. Namun, ayat selanjutnya membuka ruang discresi apabila disetujui ketum DPP PG.
“Mereka nyatakan bahwa CEP masih memenuhi semua persyaratan sebagai Ketua PG Sulut dalam Musda XI mendatang,”tutur salah satu plt ketua PG di BMR.
CEP sendiri terus menerus merapatkan barisan. Ada 11 ketua DPD 2 yang nyatakan dukungan; PG Manado, Minut, Bitung, Minsel, Bolsel , Kota Kotamobagu, Boltim, Bolmut, Sangihe, Sitaro dan Tomohon.
Sikap dukungan itu terlihat ketika CEP menggelar silaturahmi dengan pengurus PG Sulut dan ketua DPD 2 di salah satu restoran di pusat perbelanjaan.
Sekretaris PG Sulut sekaligus Plt ketua PG Kotamobagu meluruskan pertemuan itu bersifat silaturahmi. CEP tidak mengundang khusus siapa saja yang hadir.
“Pertemuan itu sekadar menguatkan silaturahmi dan membahas program partai. Siapa saja bisa datang. Makanya kita yang hadir nda perlu undangan. Kalaupun ada DPD II yang belum sempat bersilaturahmi dengan ibu CEP, kan masih ada waktu sampai sebelum pelaksanaan Musda.,”kata legislator DPRD Sulut ini.
Akan tetap kata Razky, para ketua DPD 2 yang sejak awal masih kuat mempertahankan CEP, akhirnya menjadikan pertemuan dengan suasana kekeluargaan menyatakan siap mendukung CEP ketua PG periode 2025-2030.
“Ini terjadi secara spontan dari para ketua DPD kab/Kota yang menyatakan dukungan kepada Ibu CEP. Dan tentunya ibu CEP menyambut baik dukungan tersebut,”katanya.
Plt ketua PG Boltim Feryando Lamaluta menegaskan kepemimpinan CEP telah teruji. Mampu merawat eksistensi PG se Sulut di tengah kekuatan partai penguasa.
“Tidak hal yang mudah membesarkan partai sebesar Golkar. Tapi secara keseluruhan bu CEP telah berhasil menjaga marwah partai,”kata Yoyo.
Seperti diketahui dalam foto yang beredar duduk semeja dengan Tetty Paruntu, Michaela Elsiana Paruntu, Maykel Damopolii, Feryando Lamaluta, Raski Mokodompit, Jabes Gaghana, Cindy Wurangian, Edwin Nelwan, Yopi Saraung, Hartina Badu, Rubi Rumpesak Abner.(ham)















