harimanado.com, BOLSEL—-Kabupaten Bolsel merupakan salah satu daerah pesisir yang ada di Sulut. Tak heran, mayoritas penduduknya menggantungkan hidupnya di laut. Untuk itu, guna meningkatkan perekonomian masyarakat, Pemkab Bolsel getol memberikan perhatian kepada para nelayan. Sebut saja dengan memberikan berbagai fasilitas alat tangkap. Tak ayal, saat ini nelayan di daerah ujung selatan Bolaang Mongondow (Bolmong) ini mulai merasakan dampaknya.
Rahim Nabu, salah satu nelayan tuna mengaku bersyukur. Katanya, bantuan perahu Fiber dari Pemkab Bolsel sangat membantu dia mengais rejeki di laut.
“terima kasih, bantuan ini sangat berarti bagi kami,” akunya.
Terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bolsel Awaladin Lamalani mengatakan, Semester I Tahun 2020 ini, produksi ikan tuna di Kabupaten Bolsel 1,5 juta ton lebih. Katanya, jumlah tersebut memang mengalami penurunan akibat cuaca buruk yang melanda Bolsel belakangan ini.
Meski demikian, ikan tuna Asal Bolsel sudah menyasar pasar luar negeri. Salah satunya diekspor ke Jepang.
“memanfaatkan penerbangan langsung Manado – Narita,” kata Awaludin Lamalani, Kamis (18/11), kemarin.
Ia kemudian menyebutkan secara rinci. Di antaranya Tuna Mata Besar (Thunnus Obesus) sebanyak 62.050 ton, Tuna Sirip Biru Selatan (Thunnus maccoyii) 821, 769 ton, dan Tuna Sirip Kuning (Thunnus Albacares) mencapai 705.560 ton.
“Totalnya berkisar 1.589.379 juta ton,” sebutnya.
Dari beberapa jenis tersebut, Tuna sirip Biru Selatan paling dominan ditangkap.
“Tuna ini memang masih banyak ditemukan di laut Selatan Bolaang Mongondow Raya (BMR),” ujarnya.
Dengan potensi tersebut, ia mengaku optimis produksi tuna Bolsel akan meningkat hingga akhir tahun ini.
“kami yakin jika kondisi alam membaik, produksi tuna kita akan meningkat,” kuncinya.(qs)













