Ngaku Ormawa IAIN Buat Kericuhan di Pembukaan Konfercab PMII Manado, Bendum BEM: Itu Oknum  Bawa Nama Organ Kampus

MANADO- Konferensi Cabang (Konfercab) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Manado sudah selesai Minggu (4/6).

Sudah terpilih  calon ketua umum PMII Manado periode 2023-2024.

Bacaan Lainnya

Namun, Ketua Umum PMII Manado Arya Djafar dan pengurus PMII Manado masih trauma dengan aksi kurang pantas saat pembukaan Konpercab PMII Manado di kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado.

Pembukaan yang dihadiri pengurus Ikatan Alumni PMII Manado seperti Ismail Maga yang juga Sekum GP Ansor Sulut, Irvin Biki, Zulfikar Malewa, Gafur Subaer dan lainnya, terhenti lantaran ada keributan dari luar gedung.

ketua panitia Konpercab PMII Manado Rama Abdul Fatah menceritakan awal kejadian dari sekelompok mahasiswa yang atas namakan ormawa kampus IAIN Manado.

“Pada saat  akan dimulai sudah banyak berkumpul mahasiswa yang mengatasnamakan ormawa kampus yang menghalangi kegiatan kami, mereka mengungkapkan bahwa organisasi ekstra kampus yang melakukan kegiatan di kampus IAIN harus berkoordinasi dengan Ormawa Fakultas, untuk mendapat persetujuan,” beber Rama.

Panitia sudah jelaskan telah kantongi izin. Namun mereka berdalih tidak adanya kerja sama. Seningga  menjadi alasan kuat dari ormawa kampus untuk tidak mengizinkan PMII melaksanakan kegiatan dikampus IAIN Manado.

kelompok cipayung yang tergabung dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manado, Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PMKRI) yang hadir sebagai tamu sangat menyayangkan apa yang dilakukan oleh oknum yang tidak bisa memberi kebijakan pada mahasiswanya yang menggagalkan Kegiatan PMII tersebut.

“Kami dari HMI Cabang Manado Yang Hari ini menghadiri Undangan PMII Cabang Manado, Menyesalkan pihak kampus yang tidak mampu bertanggungjawab atas undangan yang sudah diterima sebelumnya dan saat ini universitas tidak mampu memberikan jawaban untuk menyelesaikan permasalahan ini,” Tegas Ali Rahim Saat Konferensi Pers.

Izin pemberlakuan kegiatan PMII dilingkungan kampus IAIN tersebut sudah disetujui, hal itu kemudian berbeda dengan yang terjadi dilapangan, Jumat (02/06).

PMII Cabang Manado melalui ketua cabang PMII Manado mengutuk keras perlakuan kampus yang tidak ramah kepada PMII Manado.

“Mengutuk keras pihak kampus yang lepas tangan dalam perkara ini, kami sudah disetujui untuk melakukan ini disini, tetapi sekarang digagalkan oleh Oknum Warga Kampus yang mengatasnamakan diri sebagai Ormawa, dan kami meminta agar hal ini bisa di evaluasi oleh Kementrian Agama RI” Tegas Arya Saat Konferensi Pers.

Bendum BEM Fak Tarbiyah Putra Katili membantah kalau oknum mahasiswa dari ormawa IAIN Manado. Mereka hanya mengaku saja, karena tidak ada mahasiswa BEM Tarbiyah keberatan  lokasi pembukaan di IAIN dengan acara PMII Manado.”Kami mengklarifikasi bahwa mereka hanya bawa nama ormawa IAIN. Mereka sebenarnya mahasiswa organ ekstra yang mengaku ngaku. Kami juga tidak terima nama ormas dibawa bawa,”tegas Putra.(sal)

Pos terkait