Pemerintah-Bulog Gagal Kendalikan Harga Beras, Picu Inflasi Tembus 3,82 Persen

Harimanado.com,MANADO—Resep Pemerintah Sulut untuk mengerem kenaikan harga beras di pasar ternyata tidak manjur. Malah, harga makanan pokok warga Sulut terus mengalami kenaikan.

Pasar murah yang dilakukan tidak mampu mengendalikan kenaikan harga beras, yang akhirnya berdampak pada inflasi tahunan atau year on year (yoy) Maret 2024.

Bacaan Lainnya

Data BPS Sulut, tingkat Inflasi yoy (Maret tahun ini dibanding Maret 2023) di Sulawesi Utara naik 3,82 persen. Biang utama inflasi harga komoditi beras sebesar 1,63 persen. Disusul harga daging babi sebesar 0,75 persen.
Imflasi Maret paling tinggi dibanding Januari dan Februari 2024. Januari sebesar 3,81 persen dan Februari 3,55 persen.

“Inflasi y-on-y karena kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu terbesar kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 9,52 persen. Kemudian kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran sebesar 3,87 persen,” kata Kepala BPS Sulut Asim Saputra saat menyampaikan rilis, Senin (1/4/24).

Inflasi juga disumbang kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,28 persen serta kelompok transportasi 1,95 persen dan rekreasi, olahraga dan budaya 1,66 persen.

“Komoditas yang menjadi pendorong inflasi setelah beras dan daging babi yaitu daun bawang 0,19 persen, Sigaret Kretek Mesin 0,15 persen dan Angkutan udara 0,15 persen. Sedangkan komoditas penahan inflasi yaitu tomat -0,22 persen, cabai rawit -0,20 persen, Ikan Cakalang -0,09 persen, Ikan tude -0,06 persen dan celana pajang katun pria -0,03 persen,” ujar Asim.

BPS merekam daerah Inflasi tertinggi Kabupaten Minahasa Selatan sebesar 6,29 persen, kemudian Kabupaten Minahasa Utara 5,87 persen, Kota Kotamobagu 3,52 persen dan Kota Manado 2,62 persen.
Beras menjadi pendorong utama inflasi yang terjadi di Manado, Kotamobagu dan Minahasa Utara. Sedangkan di Minahasa Selatan, komoditas daging babi menjadi pendorong utama.

“Saat ini beras memang masih menjadi pendorong utama inflasi di Sulawesi Utara. Tapi seiring dengan mulai memasuki musim panen saat ini, maka diharapkan harga beras akan semakin turun lagi,” tambah Asim.(*)

Pos terkait