PESAN SEKOTAK BUBUR

NARASI
Oleh IdamM
JUMAT pagi ini (27/), sepertinya tak ada beda dengan Jumat sebelumnya. Langit biru cerah.
Jalan boulevard dua di beranda timur Maasing mulai sibuk. Kendaraan roda dua dan empat adu cepat mengejar waktu.
Dari ufuk timur, Jari- jari mentari pagi lembut mengelus pori kulit. Cukup untuk membakar kalori jahat

Tugas saya menjadi driver khusus putra ke2 dan saudara sepupunya ke MTsN Manado di Bailang.

Bacaan Lainnya
Pagi ini agak telat. Angka di jam digital di posisi 06.35 Wita. Biasanya pukul 06.15 sudah lepas landas.
Usai mengantar R2 dan kawan kawan di MTsN Manado, dengan sedikit susah payah menerobos kemacetan di persimpangan Bailang, pikiranku membimbing menuju Indomaret bolivard 2.

Karena saku kosong, terpaksa mampir di atm Kelurahan Islam. Selang satu menit berjalan, di tepi kiri jalan,tak jauh dari Indomaret Kel Islam, ada lapak jualan nasi kuning.

Penasaran bercampur rasa ingin coba berkecamuk dalam otak. Saya kaget karena baru pagi ini melihat ada jualan nasi kuning di seberang toko bangunan.

Saya tertarik lantaran bungkusan daun wokanya.

Biasanya jajanan nasi kuning berjejer mulai depan Multimart sampai depan mulut jalan Cereme.

Sepersekian detik otak saya harus memutuskan. Akhirnya keputuskan diambil untuk memarkir sebelum terlanjur jauh.

Ketika berjalan menuju ke arah lapak, saya baru sadar ada bapak muda. Usia kisaran 32 atau 33 tahun lah.

Dia mengenakan peci putih, mengenakan oblong dibungkus jaket. Celananya lebar, panjangnya di atas mata kaki. Ciri khas jamaah (sebutan untuk saudaraku jamaah tablig).

Jelas aku kenal baik orangnya. Yunior di kampus abu abu Unsrat. Juga adik ideologis di HMI.

Saat agak dekat ke tempat nasi kuning, Sahrul Dien nama si yunior langsung menyapa.

Sambil menunjuk dua kotak putih dia menegaskan ini gratis.

Sesaat ada keraguan. Karena kurang kedengaran dengan jelas gratisnya. (😃😃)

Di benak ini sempat bimbang. Antara beli nasi kuning atau kotak yang ditunjuk Sahrul.

Sahrul pun mengulangi ucapannya bahwa bubur gratis. Saya sekejap tersenyum.
Sambil memesan dua bungkus nasi kuning, Saya pun mengiayakan sedeqah anak muda ganteng ini.

Usai membayar 20 ribu untuk dua bungkus nasi kuning, dengan ringan saya bertanya.
“Rul setiap hari apa bubur gratis?”
Dengan spontan dan singkat kata Arul sapaan akrabnya.
“Insya Allah selama diberi rezeki Allah, akan gratis terus.”

Sambil menepuk otot perutnya, saya membalas insya Allah.

Saya melaju menuju Indomaret bolivard. Di tengah jalan sebelum tiba di tujuan, Dalam pikiran ini memuji amalan mantan karyawan Bank BRI Manado ini.

Saya kagum karena Arul menjalankan hidup yang mendekati zuhud.
Tawadhu dan istiqomah dengan pilihannya.
Saya terinspirasi bukan lantaran makanan gratis.
Pemberian gratis sudah lazim dilakukan beberapa komunitas usai salat Jumat.
Tapi hati ini mengagumi nawaitunya. Iya niatnya. Saya tau Arul bukan pengusaha tajir.
Bukan anak dari orang tua bohir. Dia kebetulan berdarah keturunan Arab dan keluarga terpandang di Kel Islam. Namun itu bukan jaminan.
Perbuatan Arul dan istrinya Dilla aaya anggap keren. Inspiratif. Patut diteladani. Karena apa ya, saya juga bingung memaknainya.
Dia memberi gratis. Padahal kotak bubur, beras, bawang, rica dan rempah lain harus beli.
Saya yakin (moga tak salah)bubur gratis ini adalah buah dari rezeki yang halal dan thayiban.
Hasil keuntungan dari kerja keras yang dia lakukan bersama keluarga.

Mungkin banyak yang belum tahu kalau pria sudah berkeluarga ini mundur dari dua bank nasional. Pertama Bank Muamalat Manado. Berikutnya BRI Manado kira kira setahun lalu.
Dia mundur lantaran ideologi ekonomi yang diyakini. Dan saya salut dengan cara pandang anak muda ini.

Di tempat lain, di dalam keluarga saya ada juga bubur gratis.
Saya pun teringat istri dari kakak ipar.
Namanya Lina. Baik orangnya. Santun dan ramah dengan siapa saja. Sangat menghormati siapa saja.

Lina dan suamninya tiap Jumat pagi membagi bagi bubur gratis kepada tetangga dan kerabat sekitar.
Amal jariah ini sudah berlangsung sekian bulan.

Dan katanya akan berlangsung sampai niat mulia tunaikan rukun haji di Baitullah dilaksanakan.(…)

Bolivard 2
27 :9: 2019

Pos terkait