Harimanado.com, TAHUNA — Perubahan cuaca yang ekstrim pada beberapa hari belakangan ini, membuat aktifitas masyarakat cukup terganggu. Salah satunya adalah dengan adanya pemadaman listrik di beberapa lokasi. Seperti yang dilansir oleh BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) pada tanggal 7 Juni 2020, seluruh wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sangihe dan Talaud, berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang.
Cuaca buruk yang terjadi berdampak pada terhentinya pasokan tenaga listrik ke pelanggan.
Dikatakan Manager UP3 Tahuna Mulke Gal Tumanken, cuaca ekstrim seperti hujan lebat disertai petir dan angin kencang, sangat berdampak pada pelayanan PLN ke pelanggan. “Hal ini disebabkan oleh sejumlah pohon tumbang yang menimpa jaringan listrik di beberapa wilayah pelayanan kami, ” jelasnya.
Seperti yang diketahui, di sejumlah lokasi diperoleh banyaknya sampah kering yang berasal dari pepohonan yang berterbangan ke jalan raya. Disertai pohon tumbang yang melintang ke jalan bahkan ke jaringan listrik milik PLN. Beberapa diantaranya menyebabkan sejumlah tiang listrik patah atau rubuh seperti yang terjadi di Desa Timbelang, Desa Palahanaeng, Desa Talolang di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Desa Awit, Desa Sambuara di wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud.
Hal ini dibenarkan oleh Manager Bagian Jaringan, Jemmy Lasut, ketika dimintai konfirmasinya. “Telah terjadi pemadaman listrik di sejumlah lokasi akibat adanya pohon tumbang yang menimpa jaringan listrik. Sehingga menyebabkan terhentinya pasokan tenaga listrik ke pelanggan. Saat ini, petugas kami berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan penormalan terhadap gangguan yang telah terjadi”, ungkapnya.
Penormalan gangguan sedang diupayakan oleh petugas PLN dengan dibantu oleh masyarakat sekitar lokasi kejadian. Informasi yang diperoleh beberapa aset kelistrikan mengalami kerusakan yang membuat Petugas PLN berkerja lebih ekstra untuk memulihkan kondisi tersebut.
“Untuk mempercepat penormalan pasokan tenaga listrik, petugas kami di lapangan bahu – membahu dengan masyarakat sekitar untuk mengevakuasi pohon yang melintang di jalan raya dan perbaikan aset kelistrikan yang terdampak. Fokus kami saat ini adalah mempercepat durasi penormalan jaringan listrik. Sehingga pelanggan tidak merasakan pemadaman listrik yang cukup lama,” ujar Jemmy.
Kejadian seperti pohon tumbang akibat cuaca buruk yang berdampak pada pasokan tenaga listrik ke pelanggan bukan baru ini saja terjadi. Cuaca yang sulit diprediksi memang membuat PLN selalu siaga 1 x 24 jam setiap harinya untuk bersiap menghadapi situasi dan kondisi terburuk sekalipun. “Sudah menjadi komitmen kami untuk selalu menjaga kontinuitas penyaluran tenaga listrik ke pelanggan. Bahkan dalam kondisi cuaca buruk sekalipun,” jelas Mulke. (but)














