PON XX Papua, Jokowi Hentikan Kendaraan untuk Bertemu Suster Alexia, 2 Legislator Sulut Terharu

Dua Anggota DPRD Sulut, Febian Kaloh dan Arthur Kotambunan bersama Suster Alexia yang mendadak viral karena Presiden Jokowi mendadak hentikan kendaraan yang dinaiki untuk bertemu Suster tersebut, Sabtu (2/10) di Papua

Harimanado.com-Saat akan menuju ke Opening Ceremony PON XX Papua, Sabtu (2/9), Presiden RI Joko Widodo tiba-tiba menyuruh berhenti kendaraan yang dinaikinya.

Ternyata, beliau melihat ada seorang suster yang bersama-sama masyarakat menyambut iring-iringan rombongan Presiden Jokowi.

Bacaan Lainnya

Masyarakat, termasuk suster tersebut sontak langsung mendekati mobil yang dinaiki Jokowi. Namun masih dicegat Paspampres.

Tiba-tiba Jokowi turun mobil dan menyapa suster tersebut. Yang belakangan diketahui bernama Suster Alexia Eva DSY, pengasuh Panti Asuhan Hawai di Papua.

Beberapa saat ketika video tersebut viral, dua Anggota DPRD Provinsi Sulut yakni Febian Kaloh dan Arthur Kotambunan yang berada di lokasi, berusaha mencari informasi, alamat dari suster tersebut.

“Setelah dapat alamatnya, saya mengambil waktu kosong di sela-sela kunjungan untuk ketemu Suster. Saya dan Pak Arthur Kotambunan mencari Panti Asuhan yang diasuh Suster Alexia Eva, DSY, ungkap Kaloh, Minggu (3/10) kepada Harian Radar Manado.

Suster Alexia Eva DSY merupakan anggota Kongregasi Suster Dina Santo Yoseph (DSY) yang didirikan oleh Pastor Peter Joseph Savelberg.

Suster Alexia berasal dari Ndua Ria Ende Lio, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dia sebagai Pimpinan di Panti Asuhan Hawai yang menampung 22 anak asuhan.

“Suster senang berjumpa dengan kami. Apalagi Suster pernah bertugas di Lotta Pineleng dan beberapa tempat di Sulut selama kurang lebih 10 tahun,” kata Kaloh yang adalah Ketua Kaum Bapak Katolik Kevikepan Tonsea dan Paroki Girian serta anggota Dewan Pastoral Keuskupan Manado dan beberapa kepercayaan lain di Gereja Katolik Keuskupan Manado.

Sambil menangis terharu, Suster menceritakan peristiwa ketemu Presiden.
Suster tidak menyangka, Suster dan anak-anak berdiri depan jalan untuk menjemput, melambaikan tangan, memberikan penghormatan kepada Presiden sebagai pemimpin.

“Tapi tiba-tiba mobil Presiden berhenti, saya mendekati mobil Presiden, sambil terharu meneteskan air mata,” ungkap Kaloh menirukan perkataan Suster.

Sehari-hari Suster dan anak-anak yang diasuh, melakukan kegiatan belajar, mengerjakan karya seni, dan menanam sayuran organik untuk dikonsumsi penghuni panti dan dijual sebagai sumber penghasilan.

Anak-anak panti ini juga mengerjakan karya seni dengan membuat gelang, tempat kunci dan noken, dan lainnya.

“Saya dan Pak Arthur meninggalkan sedikit ole-ole untuk Suster dan kemudian Suster mendoakan kami. Selanjutnya kami pamit.
Tidak lama. Hanya kurang lebih 25 menit saja pertemuan kami dangan Suster,” ucap personel Komisi 1 ini.

“Satu yang menarik dari Suster. Kata Suster, sebagai tuan rumah, sesuai anjuran pemerintah, kami selalu mendoakan suksesnya PON di Kota kami.

Kami selalu berdoa agar diberikan cuaca yang baik, diberikan keamanan dan tertib, kelancaran dan kesuksesan acara PON.

Kami tidak pernah menyangka bisa ketemu Presiden. Sambil terharu meneteskan air mata. Dengan mata berkaca, Suster bilang Puji Tuhan, Maha baik. Tapi kami tidak menyangka jadi viral, kami jadi malu, demikian ujar Suster,” ucap Kaloh yang lagi-lagi menirukan ungkapan Suster. (An1)

Pos terkait