Poros Tetty-Eyang Lawan Berat PDIP dan Nasdem di Pilgub Sulut

Harimanado.com-MANADO – Ketua DPD I Partai Golkar Sulut Tetty Paruntu dikabarkan intens menjalin komunikasi dengan Ketua DPW PAN Sulut Sehan Landjar. Kedua elit itu disebut-sebut berencana membangun satu poros sendiri untuk bertarung memperebutkan kursi di Pilgub mendatang.

Hal ini dibuktikan, pada acara kemarin yang dilaksanakan di Manado semua kepala daerah ikut hadir dalam kegiatan tersebut.

Bacaan Lainnya

Namun, suasana berbeda terlihat saat kedua Bupati itu berbincang-bincang sangat serius. Dan pemandangan menarik antara keduanya ini, bukan baru sekali terjadi. Beberapa waktu lalu di momentum yang berbeda, Sehan dan Tetty sering terlibat obrolan serius.

Jajaran elit kedua Parpol pun tak menepis adanya komunikasi antara Golkar dan PAN untuk koalisi di Pilgub nanti.

Dikatakan Juru Bicara Golkar Sulut, Feriando Lamaluta, tentunya, Tetty Paruntu kader Golkar terbaik saat ini.

“CEP merupakan Ketua DPD Golkar Sulawesi Utara (Sulut). Untuk itu, pada Pilgub 2020, Golkar berkeinginan untuk memajukan bakal calon Gubernur.” Kata Yoyo sapaan akrabnya, salah satu yang diunggulkan Golkar sebagai bakal calon adalah Tetty Paruntu. Tapi saat ini Golkar hanya mendapatkan 7 Kursi di DPRD Sulut, dan menjadi bakal calon menimal 9 Kursi di Pilgub. “Sedangkan untuk komunikasi politik diberbagai partai terus kami lakukan pada saat penentuan nanti. Dan kami tetap berkeinginan maju pada Pilgub 2020,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPW PAN Sulut Sehan S, Landjar, tak menepis akan isu tersebut. Bahwa dirinya merupakan salah satu figur yang digadang-gadang untuk bertarung di Pilgub nanti. Dan Eyang sapaan akrabnya menuturkan, jika didukung masyarakat ia siap untuk maju. Kata dia, akan tetapi pihaknya menyadari bahwa PAN itu hanya dua kursi di DPRD Provinsi. “Tentu saat ini masih menunggu apakah ada yang tertarik. Dan kalaupun ada tentunya melihat dulu konsepnya itu seperti apa atau peluang menangnya terbuka atau tidak. Selain itu, juga ada beberapa hal yang harus dikaji setelah ada pinangan tentu harus dikaji apakah berpeluang atau tidak,”ujar Bupati dua Periode ini.

Pos terkait