JAKARTA-Aksi teror bom Gereja Katedral Makassar memantik keprihatinan disertai kemarahan kepada peneror.
Organisasi Islam Pimpinan Pusat Syarikat Islam ikut merespon mengecam
tindakan pengeboman di gerbang masuk Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3).
Aksi diduga bom bunuh diri ini kata Ketua PP/Lajnah Tanfidziyah SI Dr Hamdan Zoelva sangat melukai spirit persaudaraan dan kebangsaan.
SI sendiri ada 4 point pernyataan sikap. Yaitu:
1. Syarikat Islam mengutuk keras atas terjadinya insiden tersebut, karena telah mengganggu kaum Kristiani yang tengah menjalankan peribadatan di Gereja Katedral Makassar tersebut.
2. Islam tidak mengajarkan untuk sesorang melakukan bom bunuh diri sebagai jalan jihad dan perjuangan. Islam tidak pernah mengajarkan untuk mengganggu orang agama lain yang sedang beribadah, apalagi melakukan teror.
3. Meminta kepada seluruh masyarakat bangsa Indonesia agar tetap tenang dan menghindari spekulasi-spekulasi bersifat kontraproduktif yang dapat mengganggu iklim kerukunan hidup inter dan antarumat beragama. Bahwa aksi yang diduga sebagai bom bunuh diri tersebut adalah juga tidak sesuai dengan asas perikatan hidup bangsa Indonesia — apalagi terjadi di lokasi rumah peribadatan, yang mengindikasikan sebagai perbuatan sengaja untuk merusak suasana kedamaian dalam bangun kerukunan hidup umat beragama yang selama ini berjalan baik dan toleran.
4. Meminta kepada aparat Kepolisian Republik Indonesia untuk mengusut pelaku, menemukan serta menangkap jejaring pelaku dan membawa mereka ke pengadilan.
Demikian pernyataan sikap PP SI yang ditandatangani Hamdan Zoelva dan Sekjend MH Idham Hayat.
Pernyataan PP SI menjadi sikap SI Sulut. Demikian pengakuan Machmud Turuis yang ikut mengutuk perbuatan pelaku teror bom.(fjt)















