Harimanado.MANADO– Ajang silaturahmi dan dialog keumatan yang digagas Senator DPD RI Sulut Djafar Alkatiri diapresiasi para tokoh masyarakat dan pimpinan ormas Islam Sulut.
Dialog yang menghadirkan tokoh Sulut yang sekarang menjadi Bupati Gorontalo Dr Nelson Pomalingo, di Restoran New Regal, kawasan Mega Mas Manado, Minggu (26/1) berlangsung dinamis, diwarnai kritik bahwa pesimis penyatuan kekuatan politik umat Islam di pilkada Manado dan Sulut 2020.
Mantan ketua PPP Sulut mengawali dialog dengan menjelaskan tujuan forum ini lantaran ingin menjawab kegelisahan sebagian besar warga Muslim di Manado.
Mereka berharap para tokoh politik dan ormas Islam mengedepankan kepentingan besar dan jangka panjang.
Dan momentumnya ada di depan mata. Di Pilkada Manado 2020.
Wakil Ketua Komite 1 DPD RI Dapil Sulut itu berharap forum ini akan menemukan formulasi penyatuan kekuatan agar menang di Pilwako Manado.
“Kita harus mengawali dari silaturahmi seperti ini. Minimal, tanpa saling ngotot-ngototan silahturahmi mencairkan suasana dan membuat kita makin erat,” kata mantan anggota DPRD Sulut 2009 ini.
Putra Maasing ini mengharapkan mereka yang sempat hadir memberi gagasan besar persatuan dapat membuat kita bersatu.
“Setidaknya nilai silaturahmi mendidik kita saling legowo, saling mengikhlaskan dan juga saling mendukung untuk persatuan. Saya dan Pak Nelson merindukan forum silaturahmi ini mengeratkan kita. Potensi umat di Manado cukup besar, mari kita bersatu dan raih kemenangan politik bersama,” ujar Djafar yang juga mantan anggota DPRD Manado dua periode
Dr Nelson Pomalingo, yang juga Alumni Unsrat mengharapkan agar nilai ukhuwah menguatkan umat Islam agar menang dalam hajatan demokrasi, Pilkada Serentak 2020 di Manado dan Sulut.
“Kunci dari segala macam perubahan adalah persatuan. Umat Islam harus mau bersatu, sepakat untuk mengusung satu calon di Pilwako Manado. Karena banyak keluhan yang berkembang, seperti aspirasi umat kurang mendapat perhatian,” kata mantan rektor UNG Gorontalo.
Dialog yang digelar sore hingga malam hari dihadiri puluhan tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan ormas, pimpinan OKPI, jurnalis dan aktivis.
Para tokoh yang sempat hadir di antaranya, Ketua KKIG Sulut Ismail Moo, Ketua NU Sulut Ulyas Taha, Ketua Baznas Sulut Abid Takalamingan, Syaban Mauludin (mantan ketua NU), pengurus ICMI Sulut Djailani Mansur, pengasuh majelis talim ibu-ibu Usran Mantow, tokoh lamahu Usman Djibran, Wakil Ketua SI Sulut Fadly Kasim, budayawan Reiner Ointoe, tokoh SI Sultan Udin Musa, Ketua Tidar Sulut Syarif Darea, Panglima Brigade Masjid Noho Poiyo, akademisi Unsrat Mahyudin Damis, Ketua Bikers Subuhan Faisal Salim, ketua COMEL Irwan Pakaya, Ketua SI Sulut Machmud Turuis, Sekum KNPI Manado Amas Machmud dan beberapa aktivis muslim Sulut lainnya.
Secara umum para pemberi tanggapan, yang bertanya dan memberi saran sepakat bahwa perlunya penyatuan umat di Pilwako Manado 2020.
Forum silaturahmi langsung dipandu Senator Djafar. Meski sedikit alot, karena beragam argumentasi, kelakar politik dan satire, suasana kekeluargaan dan keakraban menghiasi pertemuan tersebut. Silaturahmi dijadwalkan akan dilaksanakan lagi Bulan Februari 2020 dan akan dilakukan berkala. Moderator membacakan beberapa konklusi yang dilahirkan dari silaturahmi tersebut.
Cukup mengejutkan, melalui kesempatan silaturahmi, Sultan Udin Musa yang juga politisi Golkar dan mantan anggota DPRD Kota Manado menyampaikan sikap bersedia maju sebagai calon Wakil Wali Kota Manado jika dipinang partai politik.(hm/suluttoday)















