Senayan, Palang Terakhir Putra Sulut jadi Pimpinan KPK

Harimanado.com – Palang pintu terakhir 10 calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ada di DPR RI.

Sebelum masuk ke senayan, pansel KPK RI telah menyerahkan ke Presiden Joko Widodo Senin (02/09).

Bacaan Lainnya

Di DPR RI para capim dipilih menjadi lima nama komisioner KPK. Di antara 10 capim ada salah satu capim KPK RI asal Sulut. Dialah hakim Nawawi Pomolango.

Putra Boroko ini sukses melewati banyak tahapan. Menyisihkan ratusan pesaing hebat dan punya nama beken sejak test berkas. Tak ada yang menduga setelah lolos berkas, alumni Fakultas Hukum Unsrat 1981-1986 ini lolos test tertulis.

“Kemampuan dan kecerdasan di bidang hukum dan pengalaman sebagai hakim adalah modalnya,”kata seorang profesor di Fakultas Hukum Unsrat.

Hakim tegas ini terus melaju menyisihkan para pesaing hingga di tahap terakhir di pansel KPK RI.

Merujuk pada berbagai sumber, pria kelahiran Manado tahun 1962 mengawal kariernya sebagai hakim  di PN Soasio Tidore, Kabupaten Halmahera Tengah tahun 1992.

Lantas pada 1996, ia dipindah tugaskan sebagai hakim di PN Tondano, Sulawesi Utara. Lima tahun kemudian, ia dimutasi sebagai hakim PN Balikpapan dan pada 2005 dimutasi lagi ke PN Makassar.

Nama putra Kampung Kodo (Kelurahan Lawangirung) mulai dikenal saat jadi hakim di PN Jakarta Pusat pada 2011-2013. Alumni SMA Negeri 1 Manado banyak tangani kasus rasuah yang ditangani KPK karena punya di bidang ini.

Ketenaran Nawawi dia temukan di Jakarta, sebagai Ketua PN Jakarta Timur pada 2016. Saat itu Nawawi pernah menjadi hakim Pengadilan Tipikor Jakarta.

Nawawi pernah menjatuhkan vonis 8 tahun penjara kepada eks hakim Mahkamah Konstitusi, Patrialis Akbar, dalam kasus suap uji materi UU Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Ia juga pernah menghukum eks Ketua DPD Irman Gusman selama 4,5 tahun penjara dalam kasus suap kuota gula impor.

Nawawi terakhir melaporkan LHKPN pada 26 Maret 2019.

Untuk tahap grand final Nawawi harus bersaing dengan 9 nama.

Satu di antaranya incumbent komisioner KPK sesama hakim Alexander Marwata. Kapolda SumseL Irjen Firli Bahuri, auditor BPK RI I Nyoman Wara,  Jaksa Johanis Tanak, Advokat Lili Pintauli Siregar, dosen Uni Muhammadiyah Malang Luthfi Jayadi Kurniawan, dosen Uni Jember Nurul Ghufron,  Roby Arya B, PNS Sekretariat Kabinet Roby Arya Brata dan Sigit Danang Joyo, PNS Kementerian Keuangan.(dtc/hm)

Pos terkait