Syukuran 1 Tahun Gerakan Rakyat di Sulut, Para Tokoh Mulai Bergabung

SYUKURAN MILAD: Para pendiri dan pengurus Gerakan Rakyat Sulut saat doa syukuran milad pertama dirangkai buka puasa di Resto Jilan Kampis, Kamis (5/2/2026)

Harimanado.com,Manado-  Usia ormas Gerakan Rakyat (GR) sudah setahun berjalan. Wadah yang dibentuk kelompok intelektual dan pengusaha karib Anies Baswedan didirikan pada 27 Februari 2025. Syukuran milad pertama GR ikut digelar di Sulut. Oleh para pendiri yang juga pengurus ormas GR Sulut.

Ketua Ormas GR Sulut Ridwan Ngilu menegaskan dalam sambutan kehadiran GR lantaran kondisi ekonomi politik kurang baik. Akibat yang dirasakan daya beli masyarakat terus tertekan. Yang berakibat angka kemiskinan menurut pemerintah tidak kunjung berkurang signifikan dari tahun ke tahun.

Bacaan Lainnya

“Kondisi hari ini, tingkat kemiskinan menjadi problem besar. Kalau orang miskin tidak berkurang, maka akan berdampak pada kualitas hidup,”kata Ridwan.

Olehnya Gerakan Rakyat dihadirkan untuk memberdayakan potensi ekonomi rakyat yang sulit bersaing. Sulit diberi akses ke sumber ekonomi. Dengan demikian posisi rakyat dengan elit akan sama.

Ridwan juga menambahkan ke depan wadah ormas ini akan berubah jadi partai politik. Untuk nasiomal Gerakan Rakyat telah dideklarasikan menjadi partai politik pada 18 Januari 2026.

Transformasi dari ormas ke partai politik, maka Gerakan Rakyat akan lebih gencar mendekati simpul simpul anak muda yang berfikir sehat untuk masa depan.

“Usia gen Z lima tahun menjadi 65 persen. Selebihnya usia dewasa di atas 50 tahun,”katanya.

Sekretaris Gerakan Rakyat Sulut Hamzah Latif ST menyentil problem ketidak adilan sosial akibat ketimpangan ekonomi. Kehadiran Gerakan Rakyat untuk mengembalikan amanat UUD 1945 Pasal 33 ayat 3 tentang bumi air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Juga bunyi ayat 4 bahwa perekonomian nasional dilaksanakan atas prinsip demokrasi dan keadilan ekonomi.

“Gerakan Rakyat punya visi menciptakan keadilan ekonomi supaya tercipta keadilan sosial,”katanya.

Acara syukuran dirangkai buka puasa bersama dihadiri pendiri lain Hamdi Paputungan mantan bankir dan politisi Partai Golkar dan PDIP. Hadir juga para undangan tokoh perempuan seperti Prof Dr Rukmina Gonibala, Ha Fauzia Dunggio, Wati Mangkarto (istri politisi kenamaan alm Harun Wasolo, mantan aktivis perempuan Fitri Darasamsi, mantan ketua Aisyiah Sulut Yati Bidulang, mantan politisi PDIP Manado Tuty Andaria, pengurus ICMI Sulut Jaelani Mansur, Faisal Mukti, Forhati Sulut Hartin Kasim  dan lainnya.

Jaelani dan Hartin Kasim menyatakan kehadiran mereka wujud solidaritas kepada para pendiri. Namun, keduanya tidak terkait ormas Gerakan Rakyat.

“Kami hadir karena diundang para senior untuk syukuran satu tahun Gerakan Rakyat,”kata keduanya.

Jelang buka puasa bersama, tiga pendiri Hamdi Paputungan, Ridwan Ngilu dan Hamzah Latief memotong  tumpeng ulang tahun. Nasi tumpeng dipotong Hamdi Paputungan yang paling senior dan punya pengalaman di medan politik. (sal)

.

Pos terkait